Salah satu rumah yang tidak layak huni di bedah di Kota Batu.

Salah satu rumah yang tidak layak huni di bedah di Kota Batu.


Editor

A Yahya


Pemkot Batu menganggarkan sejumlah Rp 3,8 miliar untuk bedah rumah di Kota Batu. Dengan nominal itu rencananya akan membedah 107 rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga tidak mampu.

Hal ini dilakukan oleh Pemkot Batu sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan di Kota Batu. Dengan anggaran Rp 3,8 miliar itu, masing-masing mendapatkan jatah Rp 30 miliar. Dari 107 RTLH itu diberikan kepada bantuan bedah rumah karena terdampak bencana sejumlah 20 rumah.

“Hanya saja untuk mewujudkan program ini kami sedang menyiapkan perangkatnya. Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman, Pemerintah Kecamatan dan desa,” ungkap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu, Ririck Masruri. 

Kesiapan perangkat itu agar dilaksanakan tepat sasaran, pemkot, pemkec, dan pemdes berupaya melakukan pengecekan kepada rumah yang akan dibedah apakah sudah memenuhi syarat. Mulai dari status lahan milik pribadi atau menumpang. “Lalu juga harus warga Kota Batu. Yang paling terpenting adalah status tanahnya adalah milik pribadi,” imbuhnya.

Untuk mencegah penyalahgunaan dana bantuan, Dinsos mengaku bakal mengirim dana tersebut lewat kas desa. Sehingga tak ada pemotongan biaya atau penyalahgunaan dari oknum yang terlibat. “Ini juga upaya untuk meningkatkan status Kota tanpa Kumuh (Kotaku),” tutup Ririck.


End of content

No more pages to load