Dewan Pers Ingatkan Indepensi Pekerja Media aat Pelaksanaan Pilkada 2020 | Jatim TIMES

Dewan Pers Ingatkan Indepensi Pekerja Media aat Pelaksanaan Pilkada 2020

Oct 11, 2019 19:17
Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo saat memberikan paparan terhadap para awak media. (eko Arif s /JatimTimes)
Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo saat memberikan paparan terhadap para awak media. (eko Arif s /JatimTimes)

Dewan Pers menggelar Workshop Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, bagi para jurnalis di Kediri yang digelar di Hotel Insumo, Jumat (11/10/19). Kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar di Kediri.

Workshop diikuti berbagai media massa baik cetak, elektronik dan media online di seluruh Karesidenan Kediri. Anggota Dewan Pers yang hadir dan menjadi salah satu narasumber ialah Agus Sudibyo.

Menurut Agus Sudibyo selaku anggota Dewan Pers mengatakan, Dewan Pers ingatkan Pekerja Media untuk tetap menjaga Netralitas, dalam melakukan peliputan menyongsong Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2020 mendatang.

Ia menganggap pekerja media wajar untuk diingatkan karena tahun depan ada sekitar 270 Daerah Kota maupun Kabupaten mempunyai gawe penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah serentak di Indonesia. "Kegiatan ini merupakan inisiatif DPR RI, untuk mengingatkan teman teman tahun depan ada 270 Pilkada serentak di Indonesia, Provinsi, Kabupaten, Kota. 270 itu berarti agenda besar. Kita harus Fair, wartawan harus menyiapkan diri dengan baik," kata Agus Sudibyo saat memberikan keterangan usai menjadi pembicara dalam kegiatan Workhsop Peliputan Pasca Pileg dan Pilpres 2019.

Menurut dia, pengalaman Pasca Pilpres dan Pileg kemarin, ia mengajak wartawan untuk melakukan peliputan mengemas produk Jurnalistik yang berimbang, tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian dan tidak menghasut atau memprovokasi masyarakat. Sebaliknya lebih mengutamakan content pemberitaan yang mendinginkan suasana.

Agus Sudibyo memperkirakan persaingan Pilkada tahun depan bisa lebih keras dan kompleks jika dibandingkan Pilpres April lalu. " Saya kira teman teman Media, harus berperan menjadi kapasilitator, mediator, fasilitator dari arus komunikasi Publik. Arus Informasi wacana berita yang mencerahkan dan bisa meningkatkan partisipasi politik warga," harapnya.

Dewan Pers tidak menginginkan, apabila ada pihak pihak politik yang memiliki niatan buruk memecah belah bangsa, terus pekerja media ikutan terlibat dan terkesan membiarkan. Di samping itu, wartawan juga harus bisa memfilter narasumber yang lebih kredibelitas tidak mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

"Kalau ada narasumber, ada orang orang tiba tiba mengeluarkan pernyataan kontroversial, dicek dulu. Di-recheck dulu, perhatikan dikonfirmasi, diverifikasi sehingga kemudian yang muncul adalah berita berita yang sudah di verifikasi," Saranya.

 Yang tidak kalah penting wartawan harus bisa menjalankan peranya dalam melakukan pengawasan proses penghitungan suara, sampai disahkan di Komisi Pemilihan Umum Daerah. "Saya kira di Indonesia yang memiliki kemampuan mengawal proses penghitungan suara itu, utama sekali teman teman LSM, Wartawan dan Mahasiswa, harus kompak. Dikawal Jangan sampai terjadi kecurangan yang bisa merugikan masyarakat," tandasnya.

Topik
Kediri Berita Kediri Hotel Insumo kediri Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 Dewan Pers kediri Workshop Dewan Pers di Kediri

Berita Lainnya