Setiawan, pemerhati tambang asal Lumajang yang ingin Bupati bergerak cepat bentuk BUMD (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Setiawan, pemerhati tambang asal Lumajang yang ingin Bupati bergerak cepat bentuk BUMD (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Setiawan, salah seorang warga Lumajang yang berkarir di Jakarta, angkat bicara terkait rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan, khusus pasir Golongan C.

Mendengar bahwa target PAD-nya hanya mampu dicapai sebesar 20 persen atau sekitar Rp 7 Milyar, Setiawan berharap Bupati Lumajang memiliki terobosan yang lebih berani untuk bisa mendapatkan pendapatan lebih dari kekayaan tambang Lumajang.

"Kalau dari pajak ternyata tidak maksimal, kenapa tidak sekalian membuat Badan Usaha Milik Daerahh (BUMD) yang secara khusus bergerak di bidang pertambangan. Ini lebih baik dari pada menyertakan modal kepada BUMD yang keuntungannya tidak besar," kata Agus Setiawan.

Menurut Setiawan, jika BUMD dibuat secara khusus untuk bergerak dibidang pertambangan, setidaknya ad 3 hal yang bisa dilakukan, dan diyakini Setiawan akan sangat menguntungkan daerah, jika dikelola dengan benar.

"BUMD tersebut memang harus difasilitasi untuk memiliki lahan tambang yang luas. Misalnya sampai 100 hektar. Logikanya begini, kalau pengusaha yang memiliki 5 hektar saja untungnya besar, maka BUMD ini bisa dipastikan akan untung lebih besar karena lahannya lebih luas," kata Setiawan kepada media ini.

Yang kedua, BUMD tersebut memiliki usaha tempat penampungan pasir (stockphile) dalam kapasitas yang besar untuk menampung pasir dari para penambang di Lumajang.

Stockphile tersebut bisa ditempatkan area luar Lumajang, sehingga tidak menambah kepadatan lalulintas kota. Fungsi stockphile ini untuk menampung pasir milik penambang, kemudian BUMD tersebut menjual lagi kepada yang membutuhkan.

"Saya yakin dengan fungsi tata niaga ini untungnya juga sangat besar. Kalau swasta bisa untung dengan berdagang pasir, kenapa BUMD tidak bisa, saya yakin bisa," tegasnya kemudian. (bersambung)


End of content

No more pages to load