Tim kesehatan saat melakukan pelatihan dan pembinan di Ponpes Al Munawarroh, (Foto: Istimewa)

Tim kesehatan saat melakukan pelatihan dan pembinan di Ponpes Al Munawarroh, (Foto: Istimewa)



Program Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang rupanya membuahkan hasil. Ya, karena program ini bukan hanya memberdayakan masyarakat melalui para santri untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Seperti Poskestren binaan Puskesmas Kedungkandang, yakni Poskestren Al Munawarroh yang berhasil menorehkan prestasi di ajang Poskestren Jatim 2019. Bahkan, saat ini telah lolos seleksi dan masuk 4 besar terbaik.

Kepala Puskesmas Kedungkandang, dr. Dewi Kurniati menyatakan segala persiapan terus dilakukan untuk bisa meraih prestasi yang maksimal. Salah satunya, dengan terus melakukan pembinaan bagi para kader Santri Husada di Ponpes Al Munawarroh.

"Kami juga secara aktif memantau, baik itu ruang Poskestrennya, lingkungan dan kebersihan di sekitar area Poskestren itu sendiri termasuk pondokan," ujarnya.

Selain diberikan pembinaan terhadap santri, Poskestren Al Munawarroh juga dikenalkan dengan beragam inovasi. Di antaranya, Kado Mas Buas (Kader Android Masyarakat Budaya Anti Stunting) dari Puskesmas Kedungkandang, kemudian ada kegiatan Santri Pelita (Santri Peduli Kesehatan Ibu dan Balita).

Kemudian ada Survey Mawas Diri, di mana dilakukan oleh santri husada yang meliputi kebersihan perseorangan dan juga kebersihan lingkungan, Sapu Bersih (Sarapanku Pagi Penuh Gizi), dan masih banyak lainnya.

"Kita juga ada pelatihan kepada anak-anak di Poskestren, yang meliputi kesehatan gizi, kesehatan reproduksi (Kespro), dan yang lainnya. Lalu implementasinta dilatih dan dibina. Kita juga memiliki Dai Keren, jadi penyuluhan-penyuluhan itu dilakukan anak-anak ke sekolah-sekolah dan masjid," imbuhnya.

Selain itu, Puskesmas Kedungkandang juga membantu dalam menyiapkan menu sehat santri hingga sarana prasarana penunjangnya. Seperti kotak P3K, alat tensi, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lain-lainnya. Tentunya tetap melibatkan koordinasi di lintas sektor seperti camat dan lurah setempat.

Dengan ajang tersebut, pihaknya berharap kegiatan yang berlangsung bukan hanya sebagai formalitas semata. Melainkan, upaya menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik di lingkungan pesantren atau masyarakat bisa dijalankan dengan baik.

"Pemantauan terus kami lakukan secata aktif dengan melatih anak-anak, supaya mereka terbiasa melakukan itu. Jadi hal ini kita harapkan bukan hanya sekedar formalitas tapi menjadi kebiasaan sehari-hari yang baik bagi mereka," pungkasnya.


End of content

No more pages to load