Peristiwa penusukan  Menko Polhukam Wiranto yang buat geger. (Ist)

Peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto yang buat geger. (Ist)



Penusukan terhadap Menko Polhokam Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) kemarin membuat gaduh jagad maya. 

Beragam komentar menyerbu tagar Wiranto. Baik yang memberikan dukungan, doa, dan kecaman kepada pelaku sampai pada komentar pedas atas peristiwa itu yang disebutnya drama oleh warganet lainnya.

Komentar ini, misalnya, diwakili oleh akun putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, yang membuat semakin ramai jagad maya. Hanum menuliskan bahwa peristiwa penusukan Wiranto adalah settingan.

"Setting-an agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi. Play Victim. Mudah dibaca sebagai plot. Di atas berbagai opini yang beredar terkait berita hits siang ini. Tidak banyak yang benar-benar serius menanggapi. Mungkin karena terlalu banyak hoax-framing yang selama ini terjadi," cuit Hanum yang langsung mendapat berbagai kecamatan warganet.

Tidak hanya Hanum. Musisi Jerinx SID pun ikut mengomentari peristiwa penusukan Wiranto oleh pasangan suami istri bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) dan Fitri Andriana (21).
Drumer nyentrik ini menyoroti alat tikam dua pelaku, yaitu pisau sejenis kunai. Pisau yang biasanya dipergunakan oleh para ninja seperti dalam film. 

"Kalau niatnya emang membunuh, kenapa pisaunya kecil ya," tulis Jerinx yang membuat warganet pun ramai melaporkan username @JRX_SID sehingga kini diblokir.

Seperti diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta, seusai menghadiri acara peresmian gedung kuliah bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.

Wiranto yang baru keluar dari mobil mendadak ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil. Seusai kejadian itu, Wiranto langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa itulah yang ramai juga disebut drama oleh warganet. Sehingga membuat percakapan terkait Wiranto mencapai 146 ribu cuitan, Kamis (10/10/2019) malam.

@Sejati52308618 menciutkan, "Ya ini memang drama yg luar biasa. Ha ..ha...ha.... Kami sdh muak dg drama ini. Kita tinggal tunggu adegan selanjutnya. Kehancuran Kurawa."

Warganet lainnya juga melontarkan asumsinya masing-masing. Seperti yang discreenshot oleh @7intaPutih yang terlihat geram atas tulisan tersebut.

"Dan lihatlah cara² biadab para Kadrun Khilafah memframing bahwa tragedi yg menimpa Menkopolhukam Wiranto, mereka anggap rekayasa utk pengalihan Isu. Speechless..entah apa yg ada didalam otak para curut Khilafah ini," tulisnya sambil menampilkan dua tangkapan layar dari akun Admin MCAN.

Insiden penusukan itu pun mendapatkan atensi khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi secara langsung menegaskan perang dengan radikalisme. Di akun resminya juga, Jokowi menuliskan kondisi Wiranto saat ini (Kamis malam, 10 Oktober 2019).

"Bapak Wiranto saat ini dalam penanganan tim dokter di RSPAD Gatot Subroto. Mohon doa untuk kesembuhan beliau. Terkait peristiwa itu, saya telah menginstruksikan kepada Polri untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penusukan beserta jaringannya, " tulis @jokowi.

Warganet lain dengan @BiLLRaY2019 juga menuliskan hal lainnya terkait list target pejabat yang diancam bunuh. "Waspadalah, bukan isapan jempol..! Nama-nama Pejabat yang diancam dibunuh: 1. Wiranto 2. Luhut BP 3. Budi Gunawan 4. Goris Mere 5. ???," tulisnya.

Cuitan itu pun mendapat tandingan list lainnya dari @IbnuQosim212 yang hampir senada dengan Admin MCAN. Yakni, setelah peristiwa penusukan Wiranto, media akan ramai dengan beberapa agenda yang dilihatnya.

"Sore ini dan hari2 seterusnya. 1. Sinetron Wiranto 2. Radikalisme 3. ISIS 4. Kerja Inteligen. 5. Orde Baru - Orde Reformasi 6. Pelantikan JKW 7. Hentikan demo. 
Mulai hilang: 1. Revisi UU KPK 2. Bacot Arteria Pekok 3, Amandemen UUD 4. Iuran BPJS 5. Oposisi di Kabinet," cuitnya.

Lepas dari pro dan kontra warganet terkait peristiwa itu, @mazzini_giusepe menuliskan, "Penyerangan terhadap Pak Wiranto sangat gak bisa dibenarkan, apalagi jika pelaku sudah mempersiapkan senjata tajam. Mungkin ini adalah salah satu bentuk kekesalan pelaku sebagai masyarakat terhadap @wiranto1947 Yang harusnya kita serang adalah kebijakan, bukan fisiknya."

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load