Lahan bekas rumah sakit di Jl Keshatan yang akan  dijadikan tempat baru PKL. Proses pemabangunanya masih 3 persen.
Lahan bekas rumah sakit di Jl Keshatan yang akan dijadikan tempat baru PKL. Proses pemabangunanya masih 3 persen.

Pedagang kaki lima (PKL) yang akan dipindah ke tempat baru di Pamekasan harus menunda keinginannya untuk menempati tempat yang dikabarkan mengusung konsep berbeda itu. Sebab, pembangunan tempat relokasinya masih mencapai 3 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Amin Jabir mangatakan bahwa tempat tersebut baru dalam proses perataan dan pembersihan lokasi. "Kira-kira masih 3 persen karena masih pembersihan lokasi dari pohon-pohon dan semak-semak," katanya saat di konfirmasi via telepon, (10/10/2019).

Amin menambahkam bawa sejauh ini tidak ada kendala terkait peroses pembangunan di lapangan. Ia mengatakan penandatanganan kontrak baru dilakukan seminggu yang lalu. "Tidak ada perlambatan dalam pencapaian progres," jelasnya.

Pembangunan yang dilakukan memliki daya tampung kurang lebih 125 kios. Sementara PKL yang akan ditampung di tempat tersebut meliputi PKL yang selama ini berada di Arek Lancor dan sebagian lagi di Jl Diponegoro tepat di depan pasar sore.

Diketahui anggran pembangunan tempat relokasi PKL tersebut untuk tahap awal sebesar Rp 1,4 miliar. "Tahap pertama ini Rp  1,4 miliar terkait dengan pematangan lahan, mulai dari pembersian, pemadatan, pengurukan, dan pemasangan paving," tutup Jabir.