Ilustrasi lahan pertanian di Kota Malang (mitalom.com)

Ilustrasi lahan pertanian di Kota Malang (mitalom.com)



Dari waktu ke waktu, lahan pertanian khususnya di Kota Malang semakin menyusut. Sebab, lahan pertanian telah banyak berubah atau beralih fungsi menjadi area perumahan atau pemukiman.

Maka dari itu, sebagai salah satu upaya menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tetap ada di Kota Malang, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, memberikan keringanan bagi para petani dalam hal pembayaran pajak.

Tak tangung-tanggung, para petani diberikan potongan pajak sebesar 50 persen dari pokok ketetapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Bidang Penagihan dan Pemeriksaan Dwi Cahyo TY menjelaskan program tersebut merupakan salah satu upaya mendukung LP2B.

"Jika ingin mendapatkan potongan pajak tersebut, para petani harus mendapat rekomendasi dari Dinas Pertanian," jelasnya, Rabu (9/10/2019).

Lanjutnya, para petani diharapkan berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk membuat daftar siapa saja mereka yang benar-benar merupakan petani dan kemudian dikirimkan ke BP2D sehingga pemberian potongan benar-benar tepat sasaran.

"Data dikirimkan ke BP2D, sehingga bisa diketahui, ini lho benar petani. Jangan sampai di lapangan, ngakunya petani, tapi lahannya sudah dimiliki pengembang yang akan dibangun," ungkapnya.

Selain sebagai bentuk dukungan mempertahankan lahan pertanian di Kota Malang, adanya pemotongan ini juga merupakan upaya mendongkrak para petani agar bisa lebih meningkatkan produksi pertanian dari lahan mereka.

 


End of content

No more pages to load