Pelatihan pemandu wisata budaya yang digelar Disparbudpora Pemkab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Pelatihan pemandu wisata budaya yang digelar Disparbudpora Pemkab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)



Sebanyak 40 pemandu wisata budaya dan sejarah di Blitar mengikuti pelatihan Pemandu Wisata Budaya Sejarah Kabupaten Kabupaten Blitar yang digelar oleh Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar, Selasa-Kamis (8-10/10/2019).

Pelatihan pemandu wisata budaya ini adalah topik pelatihan kepariwisataan dalam hubungan dengan program peningkatan sumber daya manusia pariwisata daerah. Fokus kegiatan pelatihan topik pertama ini adalah pada pengetahuan dan ketrampilan para pemandu wisata budaya dan sejarah.

Dalam kegiatan ini 40 orang pemandu wisata telah melalui seleksi basic tentang pengetahuan budaya dan sejarah seputar budaya dan sejarah di Blitar.

Selanjutnya para peserta dibekali materi kepemanduan dari para pakar diantaranya, Indah Ariani S.Pd M.Pd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Nonuk Kristiana SS BPCB Trowulan, Dr Andiwi Meifilina Akademisi Unisba Blitar dan juga Wima Brahmantya Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Blitar Arinal Huda mengatakan, dalam meningkatkan daya saing pariwisata di Kabupaten Blitar pihaknya mengadakan pelatihan pemandu wisata budaya dan sejarah.

"Dengan adanya kegiatan pelatihan pemandu wisata budaya dan sejarah ini nantinya diharapkan akan menunjang daya tarik destinasi wisata di Kabupaten Blitar. Hal ini tidak lepas dari kekayaan budaya dan sejarah yang ada di Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, perlu adanya sumberdaya pemandu wisata sejarah untuk menunjang daya tarik wisata di Kabupaten Blitar," terangnya saat ditemui BLITARTIMES, Selasa (8/10/2019).

Huda menambahkan, dalam kegiatan pelatihan ini para peserta digembleng dengan berbagai soft skill  kepemanduan serta dibekali materi sejarah dan budaya Blitar. Selain itu, para pemandu juga akan mempraktekkan teknik pemanduan di Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto.

"Kegiatan ini terselenggara dengan dana alokasi khusus dari Kementerian Pariwisata RI. Selain materi kepemanduan, dihari kedua para peserta juga diberikan kesempatan mempraktekkan teknik kepemanduan budaya dan sejarah bersama BPCB di Trowulan, Mojokerto," sambungnya.

Sementara itu, Nonuk Kristiana Arkeolog dari BPCB Jawa Timur salah satu pemateri dalam kegiatan pelatihan pemandu wisata budaya dan sejarah kali ini menerangkan, pentingnya pemahaman budaya dan sejarah dari para pemandu diharapkan bisa menceritakan budaya dan sejarah dengan baik dan benar.

Harapannya wisatawan bisa memahami sejarah dan budaya yang ada di Blitar, sehingga wisatawan bisa ikut melindungi dan melestarikan keberadaan suatu cagar budaya.

"Jadi materi yang saya sampaikan adalah objek arkeologi yang berpotensi sebagai produk pariwisata yang bisa dijadikan objek dan daya tarik wisata. Harapannya dari bimtek seperti ini bisa menambah ketertarikan generasi muda untuk ikut melestarikan tinggalan sejarah dan budaya yang ada di Blitar, sehingga wisatawan selain bisa belajar dan memahami serta bisa ikut melindungi dan melestarikan keberadaan suatu tinggalan cagar budaya," tukasnya.(*)


End of content

No more pages to load