Semburan minyak di Kutisari

Semburan minyak di Kutisari



Semburan lumpur Kutisari sedang dalam penanganan tim Badan Geologi Nasional dari Kementerian ESDM. Tim tersebut telah melakukan survei dengan alat bernama georadar yang berfungsi mendeteksi kemungkinan adanya sumur minyak di kawasan sekitar semburan lumpur.

Sambil menunggu langkah konkret untuk penanganan semburan tersebut, Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana mengusulkan agar ada penanganan sementara. Ia menyatakan semburan lumpur di Perumahan Kutisari Utara III bisa dilakukan dengan cara ditampung. "Bisa dipasangi pipa dan dialirkan ke wadah penampungan melalui pipa itu," kata dis

Di sela-sela audiensi dengan mahasiswa FISIP Universitas Airlangga, politisi yang akrab disapa WS ini mengungkapkan, pemasangan pipa itu sebagai salah satu solusi. Hal itu mengantisipasi agar rumah nomor 19 (tempat semburan lumpur) tersebut semakin becek. "Pipanya nanti diarahkan keluar rumah dan di situlah disiapkan wadah penampungan," ucapnya.

Pria yang juga politisi PDIP ini mengaku sudah membicarakan wacana tersebut dengan tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).  Pihak ITS menyatakan pemasangan pipa sangat mungkin bisa dilakukan. Apalagi belakangan diketahui bahwa yang keluar dari semburan bukan lagi minyak, melainkan air bercampur gas.

Tetapi jika kemudian diketahui ada kandungan minyak, hasil penampungan dari pipa tadi bisa diolah. "Dalam hal ini mungkin pengolahannya bisa diserahkan Pertamina," tambahnya.

Tetapi WS menerangkan kemungkinan semburan itu akan berhenti dengan sendirinya. Meski demikian, tetap dibutuhkan langkah-langkah sebagai penanganan. "Kaitannya dengan penanganan itu, pemkot hanya sebagai fasilitator," kata salah satu bakal calon wali kota (bacawali) dari PDIP itu. 

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load