Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander (Dok. MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander (Dok. MalangTIMES)



Kota Pendidikan Dikepung Tempat Maksiat  9

Belakangan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Widyagama Malang, mengeluarkan sebuah rilis yang mengkritisi mengenai maraknya hiburan malam yang meresahkan karena berdiri di  dekat lingkungan pendidikan, peribadatan maupun pusat pelayanan masyarakat.

Bahkan, dalam rilis tersebut Ketua Umum Idris Efendi tersebut HMI meminta Pemkot Malang mengkaji ulang perizinan tempat-tempat hiburan di Kota Malang. Mereka secara spesifik menyebut sejumlah tempat karaoke seperti Next KTV, Doremi, Studio One, Loading maupun Triangle.

Dalam rilis tersebut, HMI juga meminta Pemkot melakukan penertiban hingga mencabut izin operasional tempat hiburan yang berada di kawasan pendidikan, peribadatan maupun pelayanan masyarakat. 

Menanggapi desakan tersebut  Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander, SIK, MH menegaskan mengenai proses perizinan tempat usaha, termasuk tempat hiburan malam, hal tersebut merupakan wewenang atau ranah Pemkot Malang khususnya terkait mekanisme perizinan. 

"Monggo ke Pemkot," ungkapnya pada MalangTIMES, media jejaring dari JatimTIMES

Ia terkesan tidak mau banyak berkomentar tentang persoalan ini dengan dalih bukan kewenangan kepolisian untuk membahas persoalan ini. 

"Yang jelas kami unsur dari Polisi Republik Indonesia (Polri) mendukung semua kebijakan pemerintah," tandasnya.

Pihaknya juga menegaskan jika dalam perjalanannya tempat hiburan malam tersebut melakukan pelanggaran hukum, maka kepolisian baru bisa untuk melakukam tindakan maupun penertiban seperti razia miras.

"Razia miras tak berizin tetap kita laksanakan," pungkasnya.


End of content

No more pages to load