Doa bersama untuk negeri digelar dibawah patung Bung Karno di Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Doa bersama untuk negeri digelar dibawah patung Bung Karno di Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)



Prihatin dengan gejolak yang terjadi di Indonesia belakangan ini puluhan massa dari pemuda, mahasiswa dan tokoh komunitas lintas agama di Blitar menggelar Doa Bersama Untuk Negeri di bawah patung Bung Karno pertigaan Herlingga, Blitar, Senin (7/10/2019) malam.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai aliansi mahasiswa lintas ormek diantaranya HMI, GMNI, PGK, PMII, ANSOR, IPNU-IPPNU, MUI dan pemuda lintas gereja dan juga Kepolisian Resort Kota Blitar.

Dalam acara tersebut massa menggelar aksi teatrikal di bawah patung Bung Karno, sebagai refleksi kondisi duka ibu pertiwi. Doa bersama ini digelar ditujukan agar Indonesia kembali dalam kondisi aman, tentram dan damai.

Aksi teatrikal tersebut dimulai dengan ditandai puluhan lilin dinyalakan dan pemasangan foto Randi dan dokter Soeko. Randi adalah mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tewas pascabentrokan dengan polisi di Kendari. Sedangkan dokter Soeko merupakan korban kerusuhan massa di Wamena, Papua.

Kordinator lapangan kegiatan doa untuk negeri "Solidaritas Blitar Peduli Bangsa" Andhika Yudha N mengatakan, kegiatan yang digelar bersama oleh mahasiswa dan komunitas lintas agama ini adalah wujud keprihatinan warga Blitar melihat keadaan negeri yang penuh dengan gejolak.

"Kita disini menyampaikan rasa prihatin kita warga Blitar melihat gejolak dan kekacauan yang terjadi di Indonesia. Di bawah patung Proklamator Bung Karno, kita ingin semua ingat bahwa sejarah panjang terbentuknya NKRI adalah karena rasa persatuan, meskipun berbeda tetap satu jua Bhinneka Tunggal Ika," jelas Andhika saat ditemui BLITARTIMES.

Andika menambahkan, kegiatan Solidaritas Blitar Peduli Bangsa ini diikuti oleh 17 komunitas yang terdiri dari pemuda, mahasiswa, lintas komunitas dan juga lintas agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan juga Konghucu. Dalam kesempatan tersebut masing-masing pemuka agama memimpin doa secara bergantian.

"Dari acara ini kami berharap semua bisa menjadi damai, tidak ada lagi kekacauan tidak ada lagi korban. Tadi juga kita adakan teater sebagai bentuk simbolis atas keprihatinan yang terjadi di negara kita saat ini. Dan selanjutnya kita tutup dengan doa bersama lintas agama sebagai harapan kita bersama, karena aksi terjadi dimana-mana dari seluruh elemen masyarakat dan sekarang saatnya kita kembalikan pada tuhan agar semua aksi yang kita lakukan bisa didengar oleh para pejabat dan pemimpin kita," tegasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Blitar, KH Subakir mengatakan, menurut kami kegiatan ini sangat bagus karena memberikan motivasi pada elemen masyarakat yang lain supaya semangat persatuan NKRI semakin meningkat. Ia berharap, di Blitar terus bisa menjadi percontohan bahwa keadaan di Blitar tetap kondusif dan tetap aman.

"Harapannya di Blitar tetap kondusif dan negara kita juga tetap kondusif, aman, tentram. Kami berharap korban demo dan aksi di beberapa tempat kemaren bisa diampuni dosanya oleh Allah SWT dan diterima semua amal perbuatannya," tukas Subakir.(*)


End of content

No more pages to load