Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat menggelar konferensi pers

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat menggelar konferensi pers



Mengaku melihat sosok mahkluk astral di atas mobil, Hengki Anis Shafrizal (35) warga RT 17 RW 6 Kelurahan Sumbergedong Trenggalek tega hancurkan kaca mobil tetangganya sendiri.

Tidak hanya itu, pemilik mobil yang saat itu menghampiri tersangka juga tidak luput dari amukannya. Bahkan korban sampai harus dilarikan kerumah sakit karena tulang jarinya patah.

Dari tindakan tersangka, korban mengalami kerugian hingga Rp 20 juta serta mengalami patah tulang jari kelingking tangan kiri dan jari manis tangan kanan karena dianiaya.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak membenarkan kejadian tersebut, kejadian bermula saat pelaku pulang usai melatih burung merpati balap di desa Melis. 

Setibanya di rumah, pelaku mengetahui ayam jantan miliknya seharga lima juta rupiah mati secara tidak wajar. Setelah mengetahui hal tersebut seketika pelaku langsung marah dan berbuat onar.

"Dari pengakuan pelaku, ia melihat sebuah sosok makhluk halus berada di atas mobil milik korban," ungkap Calvijn, Selasa (08/10/19).

Bahkan pelaku mengira bahwa sosok tersebutlah yang mengakibatkan ayam miliknya mati. Tanpa menunggu lama pelaku langsung mengambil satu buah tabung gas LPG kapasitas 12 kg milik neneknya dan langsung melemparkan tabung gas sebanyak dua kali ke arah sosok yang berada di atas mobil milik korban, karena dilempar tabung gas mengakibatkan kaca depan mobil korban pecah.

"Mengetahui kejadian tersebut beberapa warga termasuk korban berkumpul ingin meredam keonaran pelaku. Namun saat itu pelaku sudah meninggalkan rumah korban," terangnya.

Karena ingin meredam tersangka, beberapa warga termasuk korban mendatangi dan menemui tersangka yang saat itu berdiri di depan rumahnya. Tiba-tiba tersangka membanting korban di jalan beraspal.

"Atas kejadian yang dialami, selanjutnya korban didampingi seksi keamanan lingkungan melapor ke Polres Trenggalek," tuturnya.

Ditambahkan Calvijn, berdasarkan serangkaian penyelidikan yang dilakuka anggota Satreskrim Polres Trenggalek pelaku berhasil diringkus pada hari Jumat tanggal (27/09/19) sekira pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polres Trenggalek guna proses penyidikan lebih lanjut.

Dari serangkaian penyidikan, pelaku dikenakan Pasal 406 KUHPidana dan pasal 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman maksimal 5 tahun pidana penjara.

 


End of content

No more pages to load