Kepala Dinsos Kab Blitar, Romelan.(Foto : ist/beritablitar)

Kepala Dinsos Kab Blitar, Romelan.(Foto : ist/beritablitar)



Dinas Sosial Kabupaten Blitar Romelan mamastikan segera melakukan penanganan maksimal dan masif, berupa penjemputan serta memfasilitasi berbagai kebutuhan para pengungsi asal Wamena, Papua, saat tiba di wilayahnya.

Perintah itu diberikan atas petunjuk Bupati Blitar, Rijanto, terkait informasi adanya 5 warga asal Desa Gleduk, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, yang saat ini menjadi pengungsi karena dampak konflik di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Informasi dari Dinsos Provinsi Jatim ada 3 orang pengungsi Wamena asal Blitar. Di Wamena para pengungsi tersebut bekerja di bengkel Teter. Petunjuk dari Pak Bupati, besuk saya dan teman-teman dari Dinsos Kabupaten Blitar akan menjemput mereka ke Bandara Juanda,” ungkap Romelan kepada awak media,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Romelan kepada awak media, Selasa (8/10/2019).

Dikatakannya, setelah mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mengkonfirmasi ketiga orang pengungsi Wamena. Dan setelah dicroscheck didapatkan data bahwa masih ada 2 orang lagi asal Blitar. “Jadi insyaalah besok yang kita jemput ada 5 orang, mereka satu keluarga dan satu saudara. Informasinya yang 2  ikut pulang sekalian. Di data provinsi ada 3, tapi kami pastikan ada 5 orang pengungsi asal Blitar,” paparnya.

Lebih dalam Romelan menyampaikan, berdasarkan petunjuk bupati para pengungsi akan dijemput dengan mobil ELV di bandara. Setelah dijemput mereka akan diterima oleh Bupati di Pendopo dan diberikan sejumlah bantuan, salah satunya sembako.

“Info sementara, ketiga orang dalam kondisi sehat dan satu orang yakni ibunya dalam kondisi lumpuh,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Wamena mencekam pada Senin (23/9/2019) lalu. Insiden ini diduga berawal ketika beredar video guru yang mengungkapkan ujaran yang dianggap rasis kepada warga Wamena asli Papua.

Ujaran yang ternyata diketahui hoaks tersebut kemudian menimbulkan gelombang aksi di Wamena, Papua. Hingga saat ini, ribuan orang telah mengevakuasi dari Wamena, Papua. Beberapa warga, yang merupakan pendatang, meminta untuk dipulangkan ke daerah asal karena takut dengan aksi anarkis di Wamena.(*)

 


End of content

No more pages to load