Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander (tengah) saat menunjukkan barang bukti sabu (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander (tengah) saat menunjukkan barang bukti sabu (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Untuk mengelabui petugas, pengedar narkoba seringkali menyembunyikan narkoba pada tempat-tempat yang tak terduga. Seperti tabung gas, bungkus permen, bungkus rokok maupun benda-benda lainnya.

Seperti halnya kasus narkoba yang diungkap oleh Satreskoba Polres Malang Kota. Dalam ungkap kasus narkoba dengan tersangka Dimas Surya Adi, petugas menemukan narkoba berjenis sabu yang disembunyikan pelaku di tempat yang mungkin orang tak menyangka.

"Pelaku menyembunyikan barang haram sabu seberat 50 gram pada dashboard AC mobil. Sehingga di situ jika dilihat sekilas memang tak ada barang yang disembunyikan," jelasnya.

Namun karena petugas merasa curiga dan tak percaya begitu saja dengan keterangan pelaku, selanjutnya, petugas kemudian menerjunkan anjing pelacak atau unit satwa K9 milik Polres Malang Kota untuk mengendus barang haram yang disembunyikan pelaku.

Sampai akhirnya, kemudian anjing K9 terus berkutat pada dashboard lubang AC saat melakukan pengendusan narkoba. Setelah itu, petugas kemudian membongkar dashboard AC tersebut, dan benar saja, ditemukan sabu di dalamnya.

"Pelaku ini sebelumnya ditangkap dulu, atas informasi masyarakat. Namun saat ditangkap tidak ditemukan barang bukti, kemudian diintrogasi lagi sampai akhirnya ditemukan barang bukti sabu seberat 50 gram di dashboard AC mobil," jelasnya.

Untuk saat ini, pihak Satreskoba Polres Malang Kota terus melakukan pengembangan terhadap bandar atau pemasok barang pada pelaku. Pelaku dikenakan pasal 114 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Lapas serta instansi lain, untuk upaya memutus mata rantai peredaran narkoba, sehingga semoga semua bisa bekerjasama. Kami akan terus berupaya memberantas narkoba, di Kota Malang," pungkasnya.

 

 


End of content

No more pages to load