Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi



Kinerja penggunaan anggaran satuan kerja (satker) di wilayah Jawa Timur masih rendah. Menjelang akhir tahun 2019, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Jawa Timur baru terserap 59,52 persen. 

Pada 2019 ini, total pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp 64 triliun. Artinya, anggaran yang terpakai untuk program-program pemerintahan baru mencapai Rp 38 triliun. "Serapannya masih sedikit di bawah ideal," ujar Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Dedi Sopandi. 

Serapan anggaran di akhir triwulan ketiga ini dianggap masih di bawah ideal. Sebab, idealnya, serapan anggaran di akhir September seharusnya menyentuh angka 60 persen. "Meski demikian, kami optimis hingga akhir tahun nanti serapan APBN di wilayah Jatim bisa sesuai target," tegasnya. 

Dedi menyebut, pada 2018 lalu serapan satker-satker di Jatim tidak mencapai angka 100 persen. "Berkaca pada tahun lalu, serapannya di akhir tahun mencapai sekitar 93 persen," kata Dedi, hari ini (8/10/2019) di sela kegiatan sosialisasi Peraturan Dirjen Perbendaharaan tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada akhir tahun anggaran yang diselenggarakan di aula kantor KPPN Malang. 

Di sisi lain, Dedi mengapresiasi kinerja serapan di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang yang angkanya di atas target. Hingga akhir September 2019, serapan APBN yang tersebar di 176 satuan kerja (satker) telah mencapai Rp 6,237 triliun. Angka tersebut mencapai 62,56 persen dari total pagunya sebesar Rp 9,971 triliun. "Serapan di KPPN Malang ini di atas rata-rata nasional dan Jatim," tuturnya.

Pihaknya juga berharap satker-satker dapat meningkatkan kinerja seluruh pengelola keuangan dalam rangka pengelolaan APBN yang transparan dan akuntabel. 

"Kami berharap pembayaran pengeluaran APBN senantiasa dilaksanakan sesuai ketentuan. Sehingga kelancaran penerimaan dan pengeluaran negara tidak bertumpuk di akhir tahun anggaran," pungkasnya. 

 


End of content

No more pages to load