Survei Tahap Awal Eskavasi yang dilakukan BPCB Jatim.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Survei Tahap Awal Eskavasi yang dilakukan BPCB Jatim.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)



Usaha penyelamatan situs Candi Gedog yang berada di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar mulai dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB Jatim) dengan melakukan survei eskavasi tahap awal, Senin (7/10/2019).

Ketua Tim Survei BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito mengungkapkan, survei tahap awal kali ini adalah untuk menentukan apa struktur candi tersebut benar ada dan masih bisa diselamatkan. Survei ini di mulai dengan melakukan pemilihan kotak kotak gali yang diduga ada struktur bata yang pernah diberitakan oleh Raffles bahwa disini ada sebuah candi.

"Hari ini kita melakukan survei tahap awal penyelamatan di Situs Gedog dengan metode Eskavasi jadi kita lakukan secara acak dengan mencari titik yang yang diduga ada data arkeologinya," ungkap Nugroho saat ditemui BLITARTIMES.

Nugroho menjelaskan, tahap awal eskavasi ini pihaknya mengumpulkan sebanyak mungkin data-data dan temuan di lapangan tentang keberadaan Candi Gedog yang pernah diberitakan keberadaannya sejak Abad 19 silam. Hasil survei ini nanti diharapkan bisa menentukan langkah selanjutnya jadi langkah pelestarian apakah nanti itu hasilnya itu bisa memberikan nilai potensi yang dapat dikembangkan atau tidak begitu.

"Pengembangan itu nantinya menuju kepada sebuah Eskavasi total kalau itu ada potensi struktur itu  masih bisa ditampakkan itu akan kita tampakkan dengan eskavasi total meskipun nanti dilakukan secara bertahap," jelasnya.

Menurut Nugroho, survei tahap awal ini akan dilaksanakan secara intens selama 6 hari kedepan, mulai Senin hingga Jumat mendatang. Sedangkan hasil survei tersebut nantinya untuk menentukan langkah selanjutnya. BPCB akan melakukan langkah pelestarian jika nanti itu hasilnya bisa memberikan nilai potensi yang dapat dikembangkan atau tidak.

"Kemarin saya survei kemungkinan minimal lima titik tapi nanti bisa berkembang nanti kita lihat masing masing titik itu hasilnya seperti apa nanti bisa kita kembangkan. Misalnya hasil eskavasi menunjukkan struktur candi masih bisa dipugar misalnya seperti itu nanti ada teknik dan nanti ada penataan lingkungan kalau itu memang harus dilakukan tapi sekarang kita belum tahu potensinya itu sejauh mana," tukasnya.(*)


End of content

No more pages to load