Barang bukti yang telah diamankan petugas Polres Batu dari tangan Muhammad Khamim di halaman Polres Batu, Senin (7/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Barang bukti yang telah diamankan petugas Polres Batu dari tangan Muhammad Khamim di halaman Polres Batu, Senin (7/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Petualangan Muhammad Khamim (29) warga Dusun Binangun, Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji melakukan penipuan dengan modus sewa kendaraan akhirnya berhasil dihentikan polisi. Khamim  diringkus petugas Polres Batu setelah menggelapkan mobil dan motor rental di area Malang Raya. 

Ia ditangkap pada 27 September 2019 di wilayah Sengkaling, Kabupaten Malang. “Penangkapan tersangka setelah adanya dua laporan dari korban penggelapan,” ungkap Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, Senin (7/10/2019).

Ia menjelaskan tersangka melangsungkan aksinya itu  sejak bulan Maret 2019. “Selama enam bulan itu, kemudian saat dilakukan penyidikan ternyata ada sembilan kendaraan yang telah digelapkan,” imbuhnya.

Alasannya melakukan tindak pidana itu lantaran untuk membayar jeratan hutang yang dimilikinya senilai Rp 100 juta.  Dari sembilan kendaraan tersebut meliputi satu mobil xenia warna putih dengan nopol N 1551 BN. Kemudian tujuh motor matic dan satu motor Satria F nopol K 5261 EM. 

Modusnya saat melakukan penggelapan itu tersangka menyewa kendaraan korbannya. Namun bukan melalui agen jasa persewaan kendaraan bermotor. “Cara tersangka supaya tidak dicurigai dengan menyerahkan KTP. Dan ini bukan hanya di Kota Batu tapi area Malang Raya juga,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono menambahkan, setelah berhasil meminjam kendaraan. Tersangka kemudian menggadaikan kendaraan tersebut. “Untuk sepeda motor digadaikan tersangka senilai Rp 2,5 juta. Sedangkan mobil digadaikan dengan nominal Rp 26 juta,” jelas Hendro. 

Akibat dari penggelapan yang dilakukan tersangka. Kerugian materi dari sembilan kendaraan tersebut mencapai Rp 200 juta. Akibat dari perbuatannya itu Khamim dijerat pasal 372 maksimal hukuman penjara masimal 4 tahun. 

Diduga, aksi pelaku ini banyak menelan korban. Tercatat ada 9 unit kendaraan yang digelapkan. Di antaranya adalah dua korban Febriani Werang (39) asal Jalan Lesti Kota Batu dan Erwin Prasetyo asal Jalan Donowari Kota Batu. 


End of content

No more pages to load