Tampak para penari menampilkan tari kolosal batik Jombangan di peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Tampak para penari menampilkan tari kolosal batik Jombangan di peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

Heryanto


JOMBANGTIMES - Tari kolosal batik Jombangan meriahkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Jombang. 

Tarian tersebut diikuti oleh ribuan masyarakat kota santri.

Acara tersebut digelar saat Car Free Day (CFD) di Jl KH Wahid Hasyim, atau di depan kantor DPRD Kabupaten Jombang, pada Minggu (6/10) pagi.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB. 

Rangkaian acara dimulai dengan beberapa tampilan tari tradisional dari berbagai daerah, seperti tarian khas Papua, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan juga tari remo khas Jawa Timur, serta kesenian tari pencak silat.

Tidak ketinggalan, pembacaan Pancasila juga dilakukan oleh sejumlah masyarakat dengan mengenakan pakaian adat dari beberapa suku di Indonesia. 

Hal tersebut merupakan representasi dari keberagaman bangsa yang dimunculkan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jombang.

Selain itu, rangkaian acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan tari kolosal batik Jombangan. 

Tari kolosal ini ditampilkan oleh anggota FKMJ dengan diikuti oleh para istri pejabat di Pemkab Jombang, kelompok umat beragama, dan para masyarakat Jombang.

"Ada sekitar seribu orang yang mengikuti acara tersebut," ujar Penanggung jawab acara, Didik Tondo Susilo saat diwawancarai.

Dikatakan Didik, penampilan tari kolosal ini bertujuan untuk mempromosikan potensi Kabupaten Jombang berupa batik. 

Batik Jombangan ini, kata Didik, memilki ciri tersendiri, yakni berupa warna dan corak batik.

Untuk warna batik Jombangan, lebih menonjolkan warna merah dan hijau atau Ijo-Abang. 

Motifnya menggunakan motif relief Candi Rimbi, bangunan legendaris Ringin Contong, dan motif bunga Jombang.

"Tujuannya adalah untuk mempromosikan kalau Jombang memiliki batik Jombangan. Batik Jombangan ini sangat layak untuk kita promosikan hingga ke dunia," kata Didik.

Sementara, peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini juga sebagai upaya masyarakat Jombang untuk menyampaikan pesan Kebhinekaan. 

"Kami dari lintas etnis, lintas agama, lintas budaya yang ada di Jombang, ingin memperlihatkan ke dunia bahwa Jombang ini welcome terhadap Bhineka Tunggal Ika," pungkasnya.(*)

 


End of content

No more pages to load