Menindak lanjuti Dugaan kasus penerimaan fee proyek pembangunan oleh Kejari kabupaten Sampang

Menindak lanjuti Dugaan kasus penerimaan fee proyek pembangunan oleh Kejari kabupaten Sampang



SAMPANG- Penanganan kasus dugaan penarikan fee proyek pembangunan ruang baru (RKB) oleh Kejaksaan Ngei (kejari) masih berlanjut. hingga, dua tersangka Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi masih diperiksa di ruang kasus Kejari polres Sampang ( 04/10/19.

Dalam proses pemeriksaan tersebut dilaksanakan dengan upaya untuk mengetahui sebagaimana keterlibatan M. Jupri Riyadi Mantan kepala Dinas pendidikan (Disdik ) terlibat dalam kasus itu.

Dapat dipastikan untuk menjadi tersangka dalam kasus penarikan fee proyek pembangunan ini sangat ada. Tinggal menunggu hasil dari pada perkembangan dalam berlangsungnya pemeriksaan. Kasipodsus Kejari Sampang Sampang Edi Sutomo menyatakan, hingga saat ini JR  masih saksi.

Jupri Riyadi menjelaskan ditahan dalam kasus proyek RKB SMPN 2 Ketapang. Bukan kasus penarikan fee dari dana alokasi khusus (DAK)2018. Proses pemeriksaan masih tetap berlanjut.

Dalam menanggapi kasus ini H. Selamet Junaidi mengatakan. Pihaknya tidak mengintervensi aparat penegak hukum (APH). perlu diperhatikan kasus ini harus dijadikan pelajaran bagi pejabat yang lain agar bisa bekerja lebih baik sesuai dengan prosedur tuturnya.

Lebih lanjut. Kejari Sampang berhasil mengungkap perakit penarikan fee proyek RKB SDN Banyuanyar 2 Adhyaksa menangkap Kasi sarpras pembinaan SD Ach. Rojiun dan stafnya Edi Wahyudi.

Pihak kejaksaan berhasil menemukan barang bukti kuat berupa uang senilai Rp 75 juta. Penangkapan itu terjadi di jalan raya yang tak jauh dari tempat penerimaan uang dari Kepala SDN Banyuanyar 2 dan di lakukan penangkapan kepada dua orang tersangka.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan tersebut kejaksaan Sampang juga berhasil menetapkan satu tersangka, Edi Purnawan sebagai Kepala SDN Banyuanyar 4 dan 5.

Tag's Berita sampang berita sampang

End of content

No more pages to load