Eko Wihadi memberikan paparan mengenai KWE Puspa Jagad di Jambore Pokdarwis Jatim 2019.(Foto : Malik Naharul/Blitar TIMES)

Eko Wihadi memberikan paparan mengenai KWE Puspa Jagad di Jambore Pokdarwis Jatim 2019.(Foto : Malik Naharul/Blitar TIMES)



Beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata menjadi andalan nasional untuk meningkatkan perekonomian.  

Sektor pariwisata merupakan penyumbang terbesar nasional kedua setelah industri kelapa sawit. 

Geliat industri wisata nasional dipicu dengan adanya destinasi wisata baru dan masifnya promosi yang dilakukan oleh para pegiat wisata.

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang tengah gencar dilakukan oleh Kementerian Pariwisata ini sudah banyak dilakukan di berbagai daerah seluruh Indonesia. 

Pengembangan ini diimbangi dengan pemberdayaan SDM dengan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di seluruh daerah dengan potensi wisata.

Dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat di sektor Pariwisata ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur mengadakan Jambore Pokdarwis Jatim 2019 yang diselenggarakan pada Rabu-Jumat (2-4/10/2019) di Gubug Klakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Pokdarwis se Jawa Timur ini mengangkat tema Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas mandiri dan Sejahtera).

Acara ini menjadi ajang silaturahmi, sharing dan berkumpulnya kelompok sadar wisata dan para pelaku wisata daerah di Jawa Timur.

Salah satu peserta jambore ini Pokdarwis dari Kabupaten Blitar, dalam kesempatan diskusi potensi, Pokdarwis Kabupaten Blitar mengenalkan salah satu desa wisata andalannya yakni KWE Puspa Jagad.

"Kampung Wisata Ekologis (KWE) Puspa Jagad adalah Desa Wisata yang terletak di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar yang menerapkan pariwisata berbasis masyarakat. Desa Wisata ini merupakan desa wisata pertama di Blitar dan pernah mendapatkan penghargaan tingkat Nasional oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia," ungkap Eko Wihadi, pengurus Pokdarwis Jawa Timur saat ditemui BLITARTIMES, Kamis (3/10/2019).

Eko menambahkan, sekilas jika ketika masuk kawasan Puspa Jagad pengunjung mungkin akan melihat perkampungan seperti biasa. 

Akan tetapi desa wisata ini wisatawan bisa menikmati outbond dan berbagai edukasi, mulai edukasi sapi perah, edukasi pengembangan kelinci, edukasi anggrek alam, edukasi pisang dan edukasi pembuatan penjor dan lain sebagainya.

"Acara sharing dan silaturahmi ini juga bisa menjadi ajang bertukar pikiran tentang pengembangan dan bisa saling mempromosikan wisata di desa masing-masing. Tentang potensi destinasi wisata di Blitar, Sebenarnya Blitar memiliki potensi wisata daerah yang sangat beragam, tapi kesulitan dalam memanage SDM dan mem-promosikan wisata mereka," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Kelembagaan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Arkham Maulana yang mendampingi Pokdarwis Kabupaten Blitar mengatakan, perkembangan pariwisata berbasis masyarakat di Blitar sangatlah pesat. 

Terdapat sekitar 38 Pokdarwis yang aktif dengan beragam potensi mulai dari wisata alam, wisata pantai, wisata budaya maupun wisata buatan.

"Sejak adanya Forum Pokdarwis, potensi pariwisata di Blitar yang sangat melimpah dapat dikelola dan ditata dengan baik dan berangsur angsur dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Blitar. Adanya wisata berbasis masyarakat ini dapat memberdayakan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung, dimana banyak lapangan pekerjaan yang muncul dari dunia pariwisata," tukasnya.(*)


End of content

No more pages to load