Pelantikan unsur pimpinan dewan pada Selasa (1/10/19) lalu. (foto : dok DPRD Tulungagung)

Pelantikan unsur pimpinan dewan pada Selasa (1/10/19) lalu. (foto : dok DPRD Tulungagung)



Anggota DPRD Tulungagung  dan unsur ketua telah dilantik. Tapi tahukan Anda, berapa besaran gaji pokok yang diterima anggota dewan tiap bulanya? Gaji pokok anggota dewan ternyata tak lebih besar dibandingkan gaji pokok bupati Tulungagung.

Besaran gaji pokok ketua dewan 80 persen gaji bupati. Sedangkan gaji pokok anggota sebesar 75 persen gaji pokok bupati.

“Gaji ketua 80 persen dikali gaji Bupati sekitar 2 juta. Gaji anggota 75 persen dikali 2 juta,” ujar Sekretaris DPRD Tulungagung Budi Fatahilah, Kamis (3/10/19).

Tak hanya gaji. Setiap bulan anggota dewan juga menerima berbagai tunjangan, mulai tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, tunjangan komunikasi, tunjangan transportasi dan beberapa tunjangan lainya yang dijumlahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. 

“Sekitar 31 juta lebih sedikit lah per bulan,” terang Budi Fatahilah. Besaran gaji itu belum termasuk anggaran untuk kunjungan kerja (kunker) dan studi banding.

Unsur ketua dewan lebih sedikit jika dibandingkan anggota dewan lantaran unsur ketua dewan tidak menerima tunjangan transpor. Namun, unsur ketua dewan mendapatkan fasilitas mobil dinas. Sedangkan ketua komisi lebih tinggi jika dibandingkan gaji yang diterima anggota. “Selisihnya nggak banyak antara ketua komisi dan anggota, sekitar 90 ribu,” jelas Budi.

Dasar besaran gaji dan tunjangan anggota dewan sesuai dengan Permendagri 17 Tahun 2018 yang mengatur tentang Hak dan Keuangan Dewan. Besaran gaji ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Praktis, antara satu kabupaten dan kabupaten lainya, besaran gaji DPRD tidak sama.

Saat ditanyakan adanya kenaikan dibandingkan gaji periode lalu, Budi menyampaikan bahwa besaran itu tetap lantaran masih belum ada dasar hukum yang mengubahnya. “Kami belum berani karena aturannya begitu. Tidak bisa kita naikkan,” terangnya.

Meski sudah mengantongi puluhan juta tiap bulan, pihaknya akan mengusulkan kenaikan tunjangan bagi anggota dewan. Tunjangan yang diusulkan naik antara lain tunjangan perumahan dan  tunjangan transportasi.

Pihaknya berdalih sejak 3 tahun yang lalu belum ada kenaikan untuk tunjangan perumahan dan transportasi. “Kira-kira sekitar 25 persen, (saat ini) tunjangan perumahan dirata-rata 1 anggota dewan per bulanya sekitar 10 juta. Tunjangan transportasi 8,8 juta,” terang Budi.

 


End of content

No more pages to load