Bupati Malang Muhammad Sanusi (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Bupati Malang Muhammad Sanusi (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Berhembusnya kabar gugatan yang hendak dilayangkan jika pengajuan calon Wabub (Wakil Bupati) Malang disahkan, menuai tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya muncul dari statment Bupati Malang Muhammad Sanusi. ”Urusannya sana, saya tidak ngurusi itu (gugatan yang hendak dilayangkan),” tegas Sanusi saat ditemui MalangTIMES.com.

Sekedar diketahui, “ancaman” gugatan itu santer dikumandangkan oleh salah satu punggawa Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Dia adalah George da Silva yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang.

Menurut pria berkaca mata ini, terdapat banyak pertimbangan yang menguatkan dirinya selaku warga Kabupaten Malang, untuk mengajukan gugatan. Salah satunya seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Selain itu juga dalam ketentuan yang terlampir dalam Pasal 23 huruf d, terkait tugas dan Wewenang DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

Dalam peraturan tersebut menyebutkan jika pemilihan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah guna melanjutkan sisa masa jabatan akibat terjadi kekosongan, hanya bisa dilakukan jika sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan.

Merujuk pada ketentuan tersebut, George mengaku jika Bupati terpilih yakni Rendra Kresna dan Wakil Bupati Muhammad Sanusi ketika itu dilantik pada tanggal 17 Februari 2016. Artinya masa jabatan bakal berakhir pada tanggal 17 februari 2021, yakni dalam periode 5 tahun.

Sedangkan di sisi lain, Wabub Sanusi resmi dilantik menjadi Bupati Definitif pada tanggl 17 September 2019. Hal inilah yang mendasari George bakal nekat mengajukan gugatan, lantaran sisa masa jabatan tepat 18 bulan.

Dasar lainnya adalah mengacu pada regulasi yang ada dalam ketentuan Undang-undang nomor 10 tahun 2016 pasal 176 ayat 4. Disana menjelaskan jika pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, juga baru bisa mengusulkan nama calonnya jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan.

”Pemilihan calon Wabub itu tetap bisa dilakukan, kapasitas saya kan hanya mengajukan bukan menentukan. Kalau mau menggugat ya gugatlah. Apanya yang mau digugat?,” celetuk Sanusi.

Menurut Sanusi, pemilihan dua nama calon Wabub, yakni Mohamad Soedarman serta Abdur Rosyid Assadullah tersebut. Sudah sesuai dengan keputusan partai penggusung. Yakni PKB, Golkar, Nasdem, Demokrat, dan Gerindra.

”Dari gubernur (Jawa Timur) ada suratnya. Biar saja, kalau mau gugat ya yang digugat DPR sana,” tutup Sanusi saat ditanya terkait dasar pengajuan calon Wabub dan gugatan terkait masa jabatan yang dianggap tidak lebih dari 18 bulan.


End of content

No more pages to load