Warga saat antri mengurus mengurus pajak kendaraannya di Samsat Jember Barat (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Warga saat antri mengurus mengurus pajak kendaraannya di Samsat Jember Barat (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Program pemutihan Pajak kendaraan Bermotor terhadap denda dan Bea Balik Nama (BBN) yang dicanangkan Pemerintah Jawa Timur sejak 23 September hingga 14 Desember mendatang, mendapat respons positif dari masyarakat. 

Dari 10 Hari pertama sejak diumumkan, jumlah warga yang memanfaatkan program bebas denda ini naik sampai 4 Kali lipat pemohon. 

"Untuk pemutihan Pajak kendaraan Bermotor, dimana pemilik kendaraan dibebaskan dari denda dan biaya balik nama, jumlah pemohon Ada kenaikan cukup signifikan, kenaikannya sampai 4 kali lipat," ujar Kanit Regident Satlantas Polres Jember Iptu Agnis J Manurung kepada wartawan. 

Dari data yang diterima media ini, jumlah pemilik kendaraan yang memanfaatkan program pemutihan, jika 10 hari sebelum ada program pemutihan, jumlah pemilik kendaraan yang melakukan mutasi maupun BBN tidak sampai diangka 100 pemohon. 

Tapi dalam 10 Hari terakhir sejak diumumkannya program pemutihan, jumlah mencapai 408 pemohon. 

Dengan rincian, jika 10 Hari sebelum ada pemutihan, jumlah mutasi antar kabupaten dalam propinsi tercatat antara 18 sampai 21 pemohon, mutasi antar propinsi kisaran 5 sampai 6 pemohon, dan yang melakukan BBN dalam kabupaten antara 24 sampai 55 pemohon. 

Namun dalam 10 Hari terakhir sejak diberlakukan pembebasan pajak, jumlahnya naik sampai 4 kali lipat. 

"Untuk mutasi antar kabupaten, jumlahnya saat ini sudah 144 di samsat timur dan 172 di samsat barat, untuk mutasi antar propinsi di Samsat timur tercatat 33 pemohon dan di Samsat barat 44 pemohon, sedangkan mutasi dalam kabupaten untuk Samsat Timur sudah membukukan 311 mutasi dan Samsat barat 408 mutasi," ujarnya. 

Agnis mengimbau, agar pemilik kendaraan benar benar memanfaatkan program yang dicanangkan Pemerintah propinsi. 

"Program pemutihan ini akan berakhir pada 14 Desember, silahkan warga memanfaatkan dengan baik" pungkas Agnis. (*)