Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan saat menjelaskan terkait daerah di Kabupaten Malang yang marak terjadi kekeringan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan saat menjelaskan terkait daerah di Kabupaten Malang yang marak terjadi kekeringan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



Memasuki awal bulan Oktober, musibah kekeringan memang marak terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Berdasarkan catatan yang dihimpun BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, sedikitnya ada 7 kecamatan yang masuk zona rawan kekeringan.

”Tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Pagak, Donomulyo, Jabung, Sumberpucung, dan Kalipare,” kata Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan.

Jika diperinci, Kecamatan Sumawe menjadi daerah yang paling rawan terjadi musibah kekeringan. Sebab ada 5 desa yang marak mengalami kekeringan, yakni Desa Sumberagung, Kedungbanteng, Sitiarjo, Klepu, dan Druju.

Sedangkan di Kecamatan Gedangan daerah yang paling rawan mengalami kekeringan adalah Desa Sumberejo. Kemudian Kecamatan/Desa Pagak, Kecamatan Donomulyo di Desa Sumberoto, Kecamatan Jabung di Desa Kemiri, dan Kecamatan Sumberpucung di kawasan Karangkates. Sedangkan di Kecamatan Kalipare ada dua desa, yaitu Desa Tumpakrejo dan Putukrejo.

”Jika ada masyarakat yang terdampak musibah kekeringan, segera laporkan ke kepala desa setempat yang kemudian dikoordinasikan ke BPBD Kabupaten Malang dan akan segera kami tindak lanjuti,” terang Bambang.

Pihaknya mengaku jika sejak bulan Agustus lalu, BPBD dan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Malang sudah aktif memberikan bantuan ke daerah yang mengalami kekeringan.

”Terkait droping air ke wilayah yang terdampak kekeringan, kami sesuaikan dengan kebutuhan di daerah masing-masing. Sedangkan air yang didistribusikan berasal dari sumber yang terdekat dengan lokasi kekeringan,” ungkap Bambang kepada MalangTIMES.com.

Sementara itu, Camat Kalipare Nepo Maris mengaku jika semenjak musibah kekeringan melanda. Warga yang tinggal di Desa Tumpakrejo dan Putukrejo, terpaksa beralih profesi sebagai peternak.

”Karena sulit air warga yang semula merupakan petani jagung dan tebu terpaksa beralih pekerjaan menjadi peternak. Mereka mengeluh kesusahan saat mengairi sawah karena kekeringan,” kata Maris.

Menurutnya, bencana kekeringan ini sudah melanda Kecamatan Kalipare selama 5 bulan lamanya. Meski demikian, pihaknya mengaku jika musibah kekeringan tidak sampai menelan korban jiwa.

”Mengalami kekeingan sudah 5 bulan, beberapa hari lalu warga juga sempat salat istisqa agar turun hujan. Alhamdulillah doanya didengar, melakui Pemkab Malang warga yang terdampak kekeringan akhirnya dapat bantuan berupa droping air bersih,” pungkas nya.


End of content

No more pages to load