Launching Kang Jimbang oleh Bupati Blitar Rijanto di Pasar Wlingi (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Launching Kang Jimbang oleh Bupati Blitar Rijanto di Pasar Wlingi (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Setelah memiliki bidang metrologi lengkap dengan sarana untuk uji tera, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar terus menata management agar layanan tera dan tera ulang benar-benar profesional.

Terobosan yang dilakukan salah satunya dengan membentuk Tukang Uji Timbangan (Kang Jimbang) yang dilaunching langsung oleh Bupati Blitar Rijanto di Pasar Pagi Wlingi, Kecamatan Wlingi, Rabu (2/10/2019). Turut mendampingi Bupati, Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Tavip Wiyono, Asisten 1 Ekonomi Pembangunan Setda Pemkab Blitar Tuti Komaryati, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ir Wawan Widianto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ir Andaka, serta Muspika Kecamatan Wlingi.

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Tavip Wiyono melalui Sekretaris Sri Astuti, mengatakan hadirnya pelayanan tera/tera ulang dan dilaunchingnya Kang Jimbang ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Blitar dalam memberikan perlindungan konsumen, perlindungan hak masyarakat. Serta mewujudkan Kabupaten Blitar sebagai daerah tertib ukur. 

“Kang Jimbang ini ikon metrologi Kabupaten Blitar. Kang Jimbang inilah yang nantinya akan melakukan tera dan tera ulang di seluruh wilayah Kabupaten Blitar, sasaran kita akan masuk ke pasar-pasar termasuk pasar desa,” ungkap Sri Astuti.

Dikatakannya, tenaga fungsional Kang Jimbang yang dimiliki Disperindag saat ini ada 4 SDM dengan komposisi 2 orang penera terampil dan 2 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dengan segala kapasitas yang dimiliki, pihaknya menjamin tera dan tera ulang di Metrologi Disperindag benar-benar profesional.

“Ada 4 SDM penera yang kami miliki. SDM ini kami pastikan mencukupi karena peneraan dilakukan berdasarkan jadwal. Harapan dengan sosialisasi adanya Kang Jimbang seperti hari ini tentunya masyarakat akan lebih mengenal apa itu tera dan tera ulang,” paparnya.

Sementara itu Bupati Blitar Rijanto, menyampaikan Kang Jimbang merupakan inovasi dari Disperindag untuk menertibkan tera dan tera ulang. Peneraan harus dilakukan setahun sekali agar timbangan yang dimiliki pedagang normal dan tidak merugikan konsumen.

“Timbangan-timbangan yang dimiliki pedagang harus dicek kan, di cekne istilah orang jawa atau diterakan. Kalau ada selisih harus dinormalkan lagi, kalau tidak dinormalkan dan terus dipakai pedagang maka bisa berpotensi menimbulkan masalah hukum. Oleh karena itu saya menghimbau kepada pedagang yang punya timbangan agar setiap tahun melakukan tera dan tera ulang,” ungkap bupati.

Bupati menambahkan, dulu tera dan tera ulang merupakan wewenang pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Kini dengan adanya otonomi daerah, menjadi wewenang pemerintah daerah dan tahun ini Pemkab Blitar bisa melakukan tera dan tera ulang secara mandiri. Sebelumnya, untuk pelayanan tera dan tera ulang Pemkab Blitar bekerjasama dengan Pemkab Malang.

“Hari ini launchingnya Kang Jimbang. Dan hari ini tera dan tera ulang di Pasar Wlingi ini gratis. Gratis untuk hari ini, tahun depan harus bayar karena akan masuk ke kas daerah dan dimasukkan ke APBD untuk pembangunan Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Sebagai informasi, peneraan merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sebuah kebenaran Tera dan Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP).  UTTP dan diakhiri dengan pembubuhan cap tanda tera. UTTP dipergunakan untuk kepentingan perdagangan dan industri yang bertujuan untuk memastikan kebenaran dari UTTP yang dipergunakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Metrologi Legal. 

Yang akan ditera atau tera ulang adalah semua alat ukuran, timbangan, takaran dan meteran seperti, meter taksi, meter air, timbangan, SPBU, jembatan timbang dan alat alat lain yang digunakan sebagai dasar dalam transaksi perdagangan. Bagi yang sudah melakukan tera wajib melaksanakan tera ulang setahun setelahnya.(kmf)