Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dr Budi Nugroho saat diwawancarai sejumlah wartawan di kantornya. (Foto : Adi Rosul / Jombang TIMES)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dr Budi Nugroho saat diwawancarai sejumlah wartawan di kantornya. (Foto : Adi Rosul / Jombang TIMES)



Program kain seragam sekolah gratis di Jombang dipastikan molor. Proyek terkait program Bupati Jombang senilai Rp 30 miliar itu tak bisa mencapai masa kontrak proyek yang telah disepakati.

Seperti diketahui, masa akhir kontrak untuk pengadaan kain seragam gratis tersbut yaitu 29 September 2019. Nyatanya, hingga hari ini (1/10), keseluruhan kain gelondongan seragam masih belum selesai dikirim.

Dari total tiga jenis kain seragam dalam pengadaan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, baru satu yang telah disalurkan ke sekolah, yakni kain seragam lramuka. Dua kain seragam lainnya, yaitu kain seragam nasional dan olahraga, belum berhasil didatangkan.

Dari pantauan wartawan di gedung tenis indoor Jombang Jl Kusuma Bangsa, Kecamatan Jombang, terlihat hanya ada beberapa tumpukan karung berisi seragam olahraga. Belum terlihat ada tumpukan karung berisi kain seragam nasional.

Hal ini pun diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang Budi Nugroho. Ia menyebut, hingga batas akhir kontrak (29/9) lalu, seluruh kain memang belum bisa dikirim oleh penyedia.

"Ya, memang belum dikirim sampai tadi malam. Yang sudah hanya seragam olahraga saja 50 persen," terangnya saat diwawancarai (1/10).

Kendati telah habis masa kontraknya, Budi menyebut masih akan tetap menunggu komitmen dari penyedia jasa kain gelondongan. "Penyedia sudah kami panggil, siap melaksanakan itu. Semaksimal mungkin kami harus selesaikan sampai tuntas. Kami tetap kejar dia sampai selesai. Kami  tetap berusaha supaya tidak putus kontrak ya," ujarnya.

Ditegaskan Budi, meski  masih memberikan waktu bagi penyedia jasa untuk menyelesaikan kain-kain seragam tersebut, ada sanksi berupa denda yang akan tetap diterapkan oleh Disdikbud Jombang. Denda tersebut sebesar 1/1.000 per hari sesuai aturan yang dibuat di dalam perjanjian kontrak.

"Dengan ketentuan konsekuensi denda harus berjalan. Semaksimal mungkin kami harus selesaikan sampai tuntas. Tapi kalau nanti dia benar-benar tidak bisa memenuhi, ya putus," ucap  Budi.

Untuk diketahui, proyek seragam nasional dan olahraga untuk SD/SMP dan MI/MTs ini dibagi dalam enam kontrak proyek yang berbeda berbeda. Masing-masing adalah kain seragam nasional untuk MI negeri/swasta dengan nilai kontrak Rp 1 miliar yang dimenangkan CV Harapan Jaya Tuban.

Sedangkan kain seragam nasional untuk SD negeri/swasta senilai kontrak Rp 1,6 miliar, kain seragam nasional untuk MTs negeri/swasta senilai Rp 1,5 miliar, dan kain seragam nasional untuk SMP negeri/swasta dengan nilai kontrak Rp 2,1 miliar. Seluruhnya dimenangkan  CV Aspira Utama Tuban.

Dan CV yang sama juga memenangkan dua seragam olahraga lainnya. Yakni kain seragam untuk SD/MI dan SMP/MTs negeri swasta. Nilai kontraknya masing-masing Rp 1,5 dan Rp 2 miliar.

 


End of content

No more pages to load