Festival Getih Getah Gula Kelapa akan kembali digelar di Candi Simping.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Festival Getih Getah Gula Kelapa akan kembali digelar di Candi Simping.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Dilandasi semangat gotong royong serta rasa kecintaan pada seni budaya dan sejarah kejayaan Nusantara, "Festival Getih Getah Gula Kelapa Candi Simping" akan digelar kembali di Candi Simping, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, pada 17 November 2019 mendatang.

Kali ini acara tahunan yang digagas oleh Komunitas Sulud Sukma bersama pemuda-pemudi Karang Taruna Nusantara 1 Desa Sumberjati ini akan mengangkat tema 'Cucuk Lampah' sebagai tema besar dalam peringatan 726 tahun berdirinya Kerajaan Majapahit.

Rahmanto Adi, Ketua Komunitas Sulud Sukma menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah memperkenalkan kembali pada masyarakat luas bahwa komplek  Candi Simping di Desa Sumberjati Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, merupakan sebuah situs budaya yang menyimpan sejarah besar kejayaan Nusantara. Sebab candi tersebut merupakan tempat pendharmaan raja pertama sekaligus pendiri kerajaan Majapahit yakni Nararya Sanggramawijaya atau biasa disebut Raden Wijaya.

"Adanya harapan bahwa Blitar yang sudah dikenal sebagai Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja juga bisa dikenal sebagai Bumi Proklamator Nusantara I dan Candi Simping sebagai etalase budaya bisa menjadi tempat untuk menggali inspirasi nasionalisme kebangsaan. Maka Sulud Sukma bersama Karang Taruna Nusantara 1 Desa Sumberjati bermaksud untuk kembali mengadakan kegiatan seni budaya yang diawali di Candi Simping. Candi Simping merupakan tempat bersejarah, karena di candi inilah didharmakan abu dari Raden Wijaya, sang pendiri kerajaan Majapahit," jelas pria yang akrab disapa Antok ini pada BLITARTIMES, Senin (30/9/2019).

Menurutnya, Festival Getih Getah Gula Kelapa 2019 kali ini akan dikonsep dalam bentuk sebuah kirab sakral yang menceritakan kisah perjalanan Raja Hayam Wuruk ketika berziarah ke pendharmaan leluhurnya yakni Raden Wijaya di Candi Simping.

“Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya adalah perayaan seni budaya yang melibatkan masyarakat dan pemuda pemudi di Blitar, khususnya dari masyarakat Desa Sumberjati. Kali ini kita akan mengemasnya dalam sebuah Kirab Pataka dan Panji-panji Majapahit. Kirab diawali dari Kantor Desa Sumberjati menuju Pelataran Candi Simping dan nantinya disana akan disambut beberapa pagelaran kesenian," ungkapnya. 

Festival Getih Getah Gula Klapa 2019, bukan hanya sekedar Pesta Perayaan 726 Berdirinya Kerajaan Majapahit. Lebih dari itu, festival akan dikemas menjadi sebuah Panggung Multikultur yang dipersembahkan Pemuda Pemudi Blitar untuk Indonesia. Dimana seluruh pendukung acara mengerjakan Festival ini dengan Gotong Royong yang juga merupakan intisari dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa dan nilai-nilai Pancasila.

"Dengan digelar rutin tiap tahun harapannya nanti akan menciptakan sebuah etalase kebudayaan sebagai bagian dari cita-cita mewujudkan Pusat Kajian Budaya Majapahit dan menghadirkan semangat kejayaan Nusantara disekitar komplek Candi Simping. Festival ini diselenggarakan dengan konsep kegiatan berbasis masyarakat yang mengedepankan semangat gotong royong dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa dan menerapkan nilai-nilai Pancasila," tukasnya.(*)


End of content

No more pages to load