Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi menunjukkan barang bukti yang diamankan dalam kasus perampokan
Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi menunjukkan barang bukti yang diamankan dalam kasus perampokan

BANYUWANGITIMES - Pelaku perampokan pegawai Bank di Muncar ternyata tidak beraksi seorang diri.  Tersangka Achmad Choirul (sebelumnya tertulis Khoirul) beraksi bersama seorang temannya yang berinisial S. Kini Polisi masih memburu S.

"Pelaku berjumlah dua orang. Inisial AC (Achmad Choirul) dan S. Ini (AC) adalah pelaku utama. Pelaku berinisial S masih DPO," kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Minggu (29/9/19).

Para pelaku menurutnya beraksi dengan cara masuk melalui jendela kamar korban, Gadis Rizkia. Karena pelaku tetangga korban sehingga dia mengetahui kondisi rumah korban seperti apa termasuk mengetahui kebiasaan korban membuka jendela kamar saat tidur.

"Saat pelaku masuki jendela rumah, korban mengetahui ada pelaku yang masuk. Kemudian korban sempat berteriak dan akhirnya oleh pelaku dipukul mengenai kepala korban dengan sebuah kayu yang sudah dipersiapkan. Yang berakibat luka di kepala. Ada bantal dan sprei yang terkena ceceran darah korban," bebernya.

Tidak ada motif khusus dalam aksi perampokan ini. Pelaku murni ingin memiliki harta benda korban. Catatan Kepolisian pelaku merupakan residivis dalam kasus penganiayaan. Kala itu, kata Kapolres, Dia divonis bersalah dan diganjar hukuman 1 tahun 6 bulan.

Atas perbuatannya ini, tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat (2), ke 1e, 2e, 3e, 4e KUHP dengan ancaman penjara hingga 12 tahun lamanya. Kini tersangka Achmad Choirul harus mendekam dalam penjara. Sementara tersangka S terus diburu petugas gabungan Polsek Muncar dan Tim Resmob Polresta Banyuwangi.