Suasana pelatihan dan diskusi Mengoptimalisasi Fungsi Masjid,di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana pelatihan dan diskusi Mengoptimalisasi Fungsi Masjid,di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Masjid merupakan tempat terbaik bagi umat Islam untuk beribadah. Umat Islam menjalankan salat lima waktu, berdoa, berzikir, bersujud menyembah Allah SWT, dan mengerjakan ibadah lainnya di masjid.

Namun, seiring perkembangan zaman, fungsi masjid bisa dikatakan lebih luas. Bukan lagi hanya sebagai tempat beribadah, tapi masjid juga bisa digunakan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan. 

Nah, ntuk menjadikan sebuah masjid banyak dikunjungi jamaah, maka sistem pengelolaannya harus dijalankan dengan baik. Hal itulah yang akan mampu membawa jamaah dapat beraktivitas dan beribadah di masjid dengan nyaman, aman, dan khusyuk.

Terkait itu, pimpinan Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS berbagi tips kepada jamaah masjid mengenai pengelolaan masjid. Menurut mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) ini, sebuah masjid yang diurusi oleh sebutan takmir masjid harus dilalui dengan konsep manajemen dan mutu.

"Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan masjid. Pertama manajemenny. Kemudian mutu atau tingkatan standar sebuah masjid itu sendiri," papar Bisri  saat mengisi Pelatihan dan Diskusi Mengoptimalisasi Fungsi Masjid di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya Malang, Minggu (29/9).

Lalu, seperti apa konsep manajemen dan mutu tersebut? Bisri menjabarkan, pengelolaan masjid itu dengan OSDAT (organisasi, sistem, do, audit, dan tindak lanjut). Hal itulah yang harus dipersiapkan dengan baik bagi pengelola masjid atau yang biasa disebut sebagai takmir sebagai pengemban amanah kepengurusan masjid.

Untuk organisasi, Bisri mengatakan, sebuah masjid juga memerlukan struktur yang jelas. Hal inilah yang nantinya akan membawa masjid bukan hanya sebagai pelayan jamaah, tapi bisa berkembang  dalam kegiatan yang lain. 

Kemudian sistem, dia menerangkan rangkuman elemen-elemen yang bergabung menjadi satu dengan tujuan mengorganisasi komponen untuk menjadikan masjid itu berkualitas.

"Dengan cara apa, disusun rapi dalam bentuk dokumen, termasuk itu master plan. Karena manajemen itu tidak bisa pakai feeling, harus disusun runtut. Misalnya, ada seorang difabel ingin masuk masjid. Kita punya arah sendiri untuk mempermudah mereka dengan petunjuk yang tersistem. Jadi, by system itu, semua sudah diarahkan. Setelah itu do atau lakukan, maka itu bagaimana untuk menjalankan sitemnya," imbuh dia.

Terkait audit, Bisri menyebut juga penting untuk pengelolaan sebuah masjid. Sebab, audit bukan hanya mengenai keuangan, tapi juga aktivitas yang harus dijalankan. "Semuanya dilakukan audit. Meuangan pasti. Misal, oh ini ada yang bocor, maka perlu kebutuhan memperbaiki. Kalau teraudit, maka sudah jelas, kita pakai  uang untuk pembangunan. Selanjutnya yang terakhir tindak lanjut. Tidak cuma disiapkan saja, tapi dikerjakan dalam perbaikannya," paparnya.

Tak hanya itu. Dalam optimalisasi fungsional masjid, juga diperlukan mutu. Menurut Bisri, mutu berkaitan dengan kepuasan pelanggan atau disebut jamaah masjid. Yang harus diperhatikan pengurus masjid yakni tingkat standardisasi fasilitas masjid seperti kamar mandi yang harus bersih dan tidak bau, lalu lampu masjid, dan karpet masjid yang harus sesuai standar.

"Misalnya saja, kamar mandi ini bagaimana jangan sampai membuat jamaah kesulitan atau terpeleset. Ini harus dipermudah lantainya dengan lapisan yang kasar. Lalu lampu, harus LED meski sedikit mahal tapi ini hemat listrik. Yang kadang sepele yakni karpet. Kalau berdebu, ini tidak akan sesuai standar karena debu banyak bakteri yang menyebabkan penyakit," ungkap Bisri.

Karena itu, dalam memberikan pelayanan di sebuah masjid, maka harus memperdulikan kepuasan pelanggannya. Sehingga, ia mengharapkan para takmir masjid bisa mempelajari ilmu manajemen dengan baik.

"Kepuasan pelanggan yang paling bisa diukur di sini. Bagaimana jamaah bisa nyaman, aman, dan senang saat datang ke sebuah masjid, maka akan menjadikan fungsional masjid itu berjalan dengan baik," pungkasnya.