Situasi para warga saat mengunjungi pagelaran Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Situasi para warga saat mengunjungi pagelaran Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Jumlah pelanggaran lalu lintas di tahun 2019 ini mengalami peningkatan signifikan, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu terbukti dari banyaknya pengguna jalan yang terjaring razia saat Operasi Patuh Semeru 2019.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang. Menurutnya dalam giat Operasi Patuh Semeru yang diadakan sejak tanggal 29 Agustus hingga pertengahan bulan September 2019. Polres Malang merazia lebih dari 3 ribu pengguna jalan yang terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas.

”Sepanjang giat operasi patuh 2019, total ada 3.428 pengguna jalan yang terjaring razia oleh anggota Satlantas Polres Malang,” kata anggota polisi yang akrab disapa William ini saat ditemui MalangTIMES.com.

Dari 3.428 pengguna jalan yang terjaring razia, lanjut William, sebanyak 2.439 pengguna jalan kami beri sanksi tilang. Sedangkan 989 diantaranya hanya kami lakukan tindakan teguran, sebagai efek jera. ”Selain mengamankan surat kendaraan seperti SIM dan STNK, kami juga menyita ratusan kendaraan bermotor sebagai barang bukti,” terang perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

William menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu jumlah pelanggaran lalu lintas disepanjang giat Oprasi Patuh Semeru memang mengalami peningkatan. Di mana pada tahun 2018 lalu, hanya ada 3.384 pengguna jalan yang terjaring razia oleh anggota Satlantas Polres Malang.

”Dari analisa kami, tingginya angka pelanggaran lalu lintas ini juga berdampak pada banyaknya jumlah kecelakaan. Untuk itu kami imbau agar masyarakat lebih menaati peraturan, selain demi keselamatan pribadi juga demi keselamatan bersama,” imbaunya.

Sementara itu, ratusan kendaraan yang disita polisi sebagai barang bukti ini juga sempat dipajang saat penyelenggaraan Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Polres Malang 2019.

Pada acara yang berlangsung selama dua hari ini, yakni pada hari Kamis (26/9/2019) hingga Jumat (27/9/2019). Polres Malang mengembalikan semua barang bukti yang pernah disita polisi sebagai barang bukti tindak kejahatan, tilang, dan kecelakaan.

”Dalam agenda Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti ini, ada 133 kendaraan yang bisa diambil oleh pemiliknya. Syaratnya hanya menunjukkan bukti laporan atau bukti kepemilikan kendaraan. Jika STNK dan BPKB sesuai dengan kendaraan yang dimaksud, maka pemiliknya bisa mengambil kendaraan mereka tanpa dipunggut biaya,” ungkap William.

Sekedar diketahui, dari 133 kendaraan yang ada dalam penyelenggaraan Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Polres Malang. Sebanyak 6 diantaranya merupakan kendaraan roda 4 (mobil). Sedangkan sisanya yakni 127 kendaraan merupakan R2 (sepeda motor).

Rinciannya, dari 6 unit mobil, 3 di antaranya merupakan kendaraan hasil kejahatan. Sedangkan 3 mobil sisanya merupakan barang bukti temuan dan kecelakaan.

Sedangkan sisanya yaitu 127 unit merupakan kendaraan sepeda motor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 unit merupakan hasil dan sarana tindak kejahatan. Kemudian 40 sepeda motor disita polisi sebagai barang bukti kecelakaan, dan sisanya yakni 55 unit merupakan hasil tilang. ”Setelah kendaraan yang kami jadikan barang bukti ini diterima kembali oleh pemiliknya, kami harap agar kendaraan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Misalnya kelengkapan spion dan lampu,” tutup mantan Kasat Lantas Polres Ponorogo ini.


End of content

No more pages to load