Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Indra Budi Wibowo saat ditemui diruang kerjanya. (eko Arif s /JatimTimes)

Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Indra Budi Wibowo saat ditemui diruang kerjanya. (eko Arif s /JatimTimes)



Fenomena pengawalan ambulans dengan menggunakan motor bisa dibilang sudah jadi tradisi di negara kita.

Hal itu disebabkan karena kurangnya kesadarannya para pengguna jalan terhadap mobil Ambulans yang lewat mengangkut pasien kritis. 

Meskipun sirine dan lampu strobo sudah dinyalakan, tapi tetap saja para pengguna jalan mengabaikan hal tersebut.

Meski organisasi ini memiliki tujuan baik yakni membantu memandu mobil ambulans sampai rumah sakit dan tanpa meminta imbalan, pihak kepolisian berpandangan bahwa cara yang dilakukan adalah salah. Terutama jika mengacu pada peraturan yang ada.

"Kalau saya pribadi, kita berterimakasih karena kegiatan ini kegiatan sosial,tapi kalau secara aturan tidak boleh. Kalau secara aturan yang berhak mengawal pihak kepolisian yang sudah di atur oleh UU," terang Kasatlantas AKP Indra Budi Wibowo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/9/19).

Dijelaskan AKP Indra sebaiknya mereka berkoordinasi dengan polisi, kalau memang ada yang perlu di kawal pihaknya akan membantu. 

Kalau komunitas pengawal ambulans ada yang mau ikut, lanjutnya, pihaknya siap mengawal.

"Takutnya kalau ada apa-apa yang disalahkan pasti mereka, tiba tiba kalau mereka mengawal ada kecelakaan yang disalahkan pasti mereka. Karena masyarakat tidak tahu karena mereka orang sipil, masyarakat tahunya yang biasanya ngawal adalah Polisi. Apalagi ambulans kalau di UU menjadi prioritas utama,"pungkas AKP Indra.

Yang paling baik serta bijak sebagai pengguna jalan memberikan prioritas kepada ambulans untuk keselamatan pasien yang dibawa.


End of content

No more pages to load