Sulistiono, Agen46 yang sukses galakkan gerakan inklusi keungan di desa Suruhwadang
Sulistiono, Agen46 yang sukses galakkan gerakan inklusi keungan di desa Suruhwadang

Aktivitas perbankan seperti menabung, kredit dan lainnya kini tidak perlu lagi dikeluhkan oleh warga pelosok desa yang jauh dari perkotaan. Karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melaunching layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif, yang disingkat dengan ‘Laku Pandai’.

Program Laku Pandai yang memiliki sasaran utama masyarakat kecil di pedesaan yang mana memiliki tiga produk unggulan, yakni tabungan, kredit mikro dan asuransi mikro. Kabar baiknya, untuk pembukaan rekening tabungan, masyarakat tidak dikenakan biaya administrasi alias gratis, namun tetap mendapatkan bunga.

Masing-masing bank penyelenggara wajib memiliki Agen untuk bisa membantu masyarakat di sekitar lingkungan dalam melakukan transaksi perbankan tanpa perlu ke kantor. BNI Kantor Cabang Blitar dalam hal ini telah menjalankan program Laku Pandai yang telah memiliki Agen dan dinamakan sebagai Agen BNI46. Agen tersebut telah tersebar di 22 kecamatan se-Kabupaten Blitar dan 3 kecamatan se-Kota Blitar.

Kehadiran Agen46 yang mengedepankan layanan berkualitas, tepat waktu, lancar dan cepat, telah mendorong gerakan inklusi keuangan di Blitar Raya. Hal ini selaras dengan visi dan misi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang merumuskan strategi meningkatkan inklusi sebesar 75% di akhir tahun 2019. Strategi ini dibuat karena berdasarkan data World Bank Global Findex, Indonesia masuk sebagai salah satu Negara dengan tingkat inklusi keuangan yang rendah di tahun 2011 yaitu sebesar 20 persen dibanding Negara lain.

“Kondisi masyarakat di daerah pelosok, mayoritas belum mengenal inklusi keuangan yang tengah gencar dicanangkan pemerintah melalui strategi keuangan inklusi (SNKI). Keberadaan Agen46 diharapkan mampu membantu pemerintah khususnya untuk meningkatkan SNKI,” papar Pemimpin Bank BNI Kantor Cabang Blitar, Aries Muharram, Rabu (26/9/2019).

Agen BNI46 adalah pihak ketiga yang bekerja sama dengan BNI dalam menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat dalam rangka keuangan inklusif yang dapat berupa layanan laku pandai, layanan keuangan digital dan e-payment. Layanan ini banyak kemudahanya, di antaranya bisa diakses melalui laptop, ponsel dan EDC.

Layanan laku pandai meliputi pembukaan rekening, setor dan tarik tunai, transfer sesama dan antar bank. Kemudian layanan keuangan digital meliputi registrasi dan isi ulang uang elektronik. Sementara E-payment meliputi pembayaran dan pembelian (PLN, asuransi, TV berlangganan, Telkom, BPJS, kartu kredit, multifinance, pembayaran tiket pesawat, pembelian pulsa, dll).

Agen46 juga memiliki fungsi mengenalkan berbagai produk perbankan kepada masyarakat yang unbankable dan bankable. Agar layanan ini benar-benar dirasakan masyarakat wilayah pelosok pedesaan, BNI Cabang Blitar mengakuisisi Agen46 di daerah pelosok yang belum terjangkau oleh bank secara geografis.

Di wilayah Blitar raya terdapat 25 kecamatan. Salah satu  wilayah yang sudah bergabung dengan Agen46 adalah Desa Suruhwadang Kecamatan Kademangan dengan layanan Agen46 yang dikelola Sulistiono.

“Kami akan terus meningkatkan akuisisi Agen46 terutama di daerah pelosok yang tidak terjangkau oleh Bank. Sehingga masyatakat akan termudahkan ketika membutuhkan layanan perbankan, tidak perlu jauh-jauh ke kantor. Hal ini juga secara otomatis akan meningkatkan perolehan bisnis cabang  dan tentu saja penghasilan tambahan bagi Agen46,” jelasnya.

Sementara itu Sulistiono selaku pemilik toko Kalisari Suruhwadang, mengaku senang bisa membantu layanan perbankan di daerahnya sebagai Agen46. Berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Blitar, desa Suruhwadang adalah daerah yang cukup jauh dari layanan outlet bank. Dia mengaku, kehadiran Agen46 di daearahnya sangat membantu masyarakat. Mereka tidak perlu jauh-jauh pergi ke kantor bank untuk melakukan transaksi keuangan.”Toko saya semakin ramai dan pelanggan semakin banyak setelah saya bergabung menjadi  Agen46,” ujar Sulistiono.(*)