Kepala LLDikti Wilayah VII, Prof Dr Ir Suprapto DEA (kiri) saat memberikan SK pendirian ITB ASIA Malang kepada Ketua Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang, Yoyok Hari Subagiono. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Kepala LLDikti Wilayah VII, Prof Dr Ir Suprapto DEA (kiri) saat memberikan SK pendirian ITB ASIA Malang kepada Ketua Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang, Yoyok Hari Subagiono. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Di Indonesia terdapat sekitar 4.638 perguruan tinggi untuk 268 juta rakyat Indonesia. Jumlah perguruan tinggi ini dirasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenristekdikti) terlalu banyak.

Untuk itu, 4 tahun yang lalu Kemenristekdikti mengambil kebijakan baru agar perguruan tinggi di Indonesia dikurangi saja. Salah satu caranya, dengan merger atau penggabungan.

Nah, di Kota Malang, telah lahir kampus hasil merger pertama, yakni Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ASIA Malang. ITB ASIA Malang merupakan hasil penggabungan antara Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) ASIA Malang dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) ASIA Malang. Keduanya berada di bawah pengelolaan Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang.

Rabu (25/9/2019), SK pendirian ITB ASIA Malang diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, Prof Dr Ir Suprapto DEA di kampus ITB ASIA Malang. "Ini langkah yang bagus mau digabung," ucapnya.

Dikatakan Suprapto, ITB ASIA Malang merupakan institut pertama hasil penggabungan di Kota Malang. Suprapto berharap, dengan berdirinya ITB ASIA Malang ini, kualitasnya akan menjadi lebih bagus lagi. "Karena memang harapan dari penggabungan begitu. Lebih bagus lagi, lebih efisien, dan mutunya lebih bagus lagi," jelasnya.

Sementara Ketua Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang, Yoyok Hari Subagiono menyampaikan, berdirinya ITB ASIA Malang ini adalah sebuah prestise bagi keluarga besar ITB ASIA. "Tentunya adalah prestise bagi kita semua, terutama perguruan tinggi Asia dari dua sekolahan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer kita merger menjadi satu menjadi institut," ujarnya.

Penggabungan 2 sekolah tinggi tersebut dikatakannya dilakukan dalam rangka merespons imbauan Kemenristekdikti serta menyesuaikan pada Permenristekdikti No. 51 tahun 2018 tentang pendirian, perubahan, pembubaran perguruan tinggi negeri, dan pendirian, perubahan, pencabutan izin perguruan tinggi swasta.

Setelah keluarnya Permenristekdikti tersebut, Oktober 2018 Yoyok mengajukan permohonan penggabungan STMIK ASIA dan STIE ASIA Malang berikut prodinya. "Setelah melalui proses penilaian dokumen dan telah divisitasi oleh tim Kemenristekdikti pada tanggal 30 Juni 2019, akhirnya SK pendirian Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang dan diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah VII Bapak Suprapto," bebernya.

Saat ini, pihaknya sedang maraton untuk diskusi rapat internal dalam rangka memilih struktur organisasi yang baru. "Jadi, ini prosesnya untuk positioning rektor, wakil rektor, dekan, dan lain sebagainya lagi persiapan. Tapi dalam waktu dekat segera saya umumkan," tandasnya.

Baginya, berdirinya ITB ASIA adalah energi positif bagaimana pihaknya bisa memberikan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.

Perlu diketahui, dengan berdirinya institut baru ini, wisudawan yang akan datang ijazahnya juga sudah menggunakan ijazah ITB. "Ini menurut peraturan pemerintah yang baru," imbuh Yoyok.

ITB ASIA Malang memiliki 5 program studi (prodi) S1 (Sarjana) dan 1 prodi S2 (Magister). 5 prodi S1 tersebut di antaranya Manajemen, Akuntansi, Teknik Informatika, Sistem Komputer, dan Desain Komunikasi Visual. Sementara 1 prodi S2 adalah Manajemen.