Tumpukan kain seragam gratis berupa Pramuka saat di gedung tennis indoor Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Tumpukan kain seragam gratis berupa Pramuka saat di gedung tennis indoor Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jombang kekurangan kain seragam pramuka dari pemberian Pemerintah Kabupaten Jombang. Untuk memenuhi kekurangan itu, Pemkab Jombang memastikan tidak bisa melakukan pengadaan ulang.

Kekurangan kain seragam pramuka itu dialami oleh 16 MI negeri maupun swasta di Jombang. Jumlah kekurangan kain pun bervariasi, mulai dari kekurangan kain 2 potong hingga 33 potong kain seragam. Total keseluruhan kekurangan kain seragam pramuka untuk MI di Jombang mencapai 123 potong kain.

Menyikapi kekurangan yang terjadi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas program Bupati Jombang ini, hanya menyikapinya dengan cara pendataan saja.

Sekretaris Disdikbud Jombang, Jumadi mengatakan, pihaknya masih sebatas melakukan pendataan kain seragam gratis yang kurang maupun lebih. Hika dari pendataan ditemukan ada kelebihan kain seragam, maka akan diberikan kepada madrasah yang mengalami kekurangan kain.

"Ini kami terus mengumpulkan data mana saja sekolah yang mendapat kain lebih maupun kurang," terang Jumadi saat dikonfirmasi, Selasa (24/9).

Dijelaskan Jumadi, pendataan kain seragam gratis tersebut mengacu pada data tahun kemarin, karena ia memprediksi penerimaan siswa baru masih sama dengan data siswa baru tahun sebelumnya.

Namun prediksi itu meleset pada penerimaan siswa baru di tingkat MI. Dikatakan Jumadi, kekurangan kain seragam pramuka ini dikarenakan adanya pembengkakan penerimaan siswa baru di MI, khususnya di kalangan pondok pesantren. "Memang ada pembengkaan terutama di lembaga MI pondok-pondok. Jadi membludaknya disitu," bebernya.

Sementara, saat ditanya mengenai adakah pengadaan ulang untuk sekolah yang kekurangan seragam, Jumadi menegaskan, bahwa tidak ada anggaran untuk pengadaan kain seragam lagi. Menurut Jumadi, anggaran sudah diploting sesuai data yang dihimpun Disdikbud Jombang. "Kalau pengadaan anggaran dari mana," kata Jumadi.

Kendati demikian, Jumadi meyakini bahwa kain seragam ini tidak akan mengalami kekurangan. "Insyaallah masih cukup, kemarin saya juga sudah tanyakan kebagian pengumpulan data kainnya masih cukup," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load