Kepala Inspektorat Kabupaten Sumenep Titik Suryati (Foto: Syaiful Ramadhani / JatimTIMES)
Kepala Inspektorat Kabupaten Sumenep Titik Suryati (Foto: Syaiful Ramadhani / JatimTIMES)

Kegerahan masyarakat atas ulah oknum pejabat setingkat kasi dan bidan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep yang terciduk istri sendiri saat ngamar di sebuah hotel terus berlanjut. Meski sudah viral dan mencoreng nama ASN dan daerah,  hingga kini sosok terkait terpantau belum mendapat sanksi jelas dan tegas.

Pemkab Sumenep baru bereaksi sebatas akan menunggu laporan. "Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak pelapor (istri sah GF) atau surat tembusan dari penyidik polsek yang menangani karena mereka itu kan ASN Pemkab Sumenep. Setelah itu baru ditindaklanjuti," kata Kepala Inspektorat Sumenep Titik Suryati, Selasa (24/9/19).

Titik bahkan mengaku tidak tahu jika ada oknum ASN Pemkab Sumenep yang terjaring dugaan kasus perzinaan di sebuah kamar hotel daerah Gubeng, Surabaya. Dia  berdalih karena tidak ada laporan masuk ke meja kerjanya.

"Terus terang, saya tahunya hanya dari media. Iya karena tidak ada laporan resmi yang kami terima. Kalau ada laporan resmi, kami langsung proses," ucapnya.

Saat disinggung soal sanksi yang akan diberikan Pemkab Sumenep kepada oknum kasi dan bidan tersebut, Titik mengatakan akan mengikuti aturan yang berlaku. Tapi yang jelas, sanksi yang dijatuhkan akan disesuaikan dengan kesalahan yang dilakukan.

"Sanksi itu pasti ada. Namun, tergantung tingkat pemberatan kasusnya dan hasil penyidikannya seperti apa. Baru setelah itu nunggu SK bupati untuk penetapan sanksinya," ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Abd. Madjid menyampaikan akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan prosedur yang ada.

Jika benar terbukti, lanjut Majid, maka yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi berat. Bahkan bisa dipecat sebagai ASN.

"Menunggu laporan untuk dilakukan proses, baru ada sanksi. Kalaupun benar seperti itu, ya pasti sanksinya sementara masuk neraka karena itu masalah takwa dan iman," ujar dia.

Sebelumnya, beredar foto dan rekaman video amatir penggerebekan seorang wanita yang mendapati suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Pria tersebut GF atau Gleno (40) yang merupakan kasi pariwisata di Disparbudpora Sumenep. Sedangkan si wanita adalah DA atau Devi (35), seorang bidan di lingkup Dinkes Sumenep. Keduanya digerebek saat ngamar di sebuah kamar hotel di Jalan Bangka, Gubeng, Surabaya, pada Minggu (22/9/19) sekira pukul 04.00 WIB.