Proses evakuasi yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap mayat yang ditemukan di anak Sungai Brantas di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang. (istimewa)
Proses evakuasi yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap mayat yang ditemukan di anak Sungai Brantas di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang. (istimewa)

Sosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengambang di aliran anak Sungai Brantas di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang. Mayat diperkirakan berumur 65 tahun dengan mengenakan baju batik.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat yang hendak pergi berladang di sekitar tanggul Sungai Brantas, lokasi mayat ditemukan, Sabtu (21/9) sekitar pukul 05.30 WIB.

"Yang menemukan pertama kali warga Dusun Ngogri, Bapak Jumadi. Waktu itu pagi-pagi ia sedang berladang, ladangnya di dekat sungai. Saat berladang itu ia melihat ada mayat di sungai," ungkap Kapolsek Megaluh AKP Yanuar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, (21/9) siang.

Menurut penjelasan Yanuar, mayat saat ditemukan dalam keadaan mengambang di sungai. Korban memiliki ciri-ciri berambut putih dengan mengenakan baju motif batik warna coklat hitam tanpa rok atau celana.

Kondisi mayat saat dievakuasi oleh anggota Polsek Megaluh dan tim inafis Polres Jombang, masih dalam keadaan utuh belum membengkak. Pada dahi sebelah atas terdapat luka dan masih mengeluarkan darah.

"Tidak ada identitasnya. Perkiraan korban berumur 65 tahun ke atas," ujarnya.

Untuk mencari identitas mayat, Yanuar mengatakan, pihaknya sudah menggerakkan anggotanya untuk memberikan informasi pada warga sekitar terkait penemuan mayat tersebut. Hingga saat ini, belum ada warga yang merasa kehilangan sanak saudaranya.

Saat ini, mayat sudah dibawa ke RSUD Jombang diperiksa guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban. "Sementara di lingkungan Desa Megaluh ini belum ada yang merasa kehilangan sanak keluarganya. Namun kita masih koordinasi terus sama Reskrim sama Inafis, insyaallah ada titik temunya," pungkas nya.(*)