Festical Rampokan Macan akan digelar di Alun-alun Kanigoro Blitar
Festical Rampokan Macan akan digelar di Alun-alun Kanigoro Blitar

Jagad Seni Blitar akan mempersembahkan Macan Alas Kidul dalam 'Festival Rampokan Macan' yang akan berlangsung di Alun Alun Kanigoro Kabupaten Blitar pada Sabtu (21/9/2019) besok.

Festival seni yang mengangkat tradisi kolosal Rampokan Macan ini dibingkai dengan berbagai tampilan seni perpaduan antara musik modern dengan musik tradisional gamelan dan drama tari yang dimainkan oleh 200 seniman Blitar raya.

Ketua Panitia Festival Macan Alas Kidul Syamsul Widjajanto mengatakan, festival tersebut ditujukan untuk menggali potensi segala jenis seni, mulai seni modern, seni tradisional. Menurutnya, acara tersebut akan diselenggarakan secara meriah karena melibatkan dua kriteria usia dan genre musik serta berbagai macam perpaduan jenis seni.

"Kita mengfokuskan dua kriteria usia dan genre musik serta peepaduan seni kontemporer. Jadi kita melibatkan seniman anak-anak, remaja hingga seniman senior. Tujuannya yakni menempatkan mereka pada dunia seninya masing-masing dan yang senior bisa mentransferkan pengalaman mereka pada yang lebih muda. Sementara yang muda bisa menyerap segala pengetahuan dan pengalaman dari para seniornya," kata Syamsul saat ditemui BLITARTIMES pada Kamis (19/9/2019).

Dia menambahkan, selain mengangkat tradisi kolosal, festival tersebut juga menggabungkan berbagai genre musik. Dengan kolaborasi tersebut harapannya festival tersebut bisa diambil suatu nilai kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

"Mungkin selama ini kita melihat suatu pementasan hanya satu genre musik, akan tetapi dalam festival ini ingin memberikan wadah bagi mereka untuk mengekspresikan genre seni mereka dalam satu wadah kebersamaan. Disana nanti kita menggabungkan genre-genre musik dengan kolaborasi yang menarik,"

Perlu diketahui, Rampokan Macan adalah tradisi kolosal masyarakat Jawa yang berkembang sejak abad ke-17 di wilayah kekuasaan Mataram, pada  pemerintahan raja Amangkurat II. Sebagian ada yang percaya bahwa tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Singasari.

Di Blitar, Rampokan Macan diselenggarakan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan maupun para pejabat dari Belanda, sehingga secara tersirat kegiatan ini ditujukan untuk memperlihatkan bahwa kekuatan rakyat dapat mengalahkan kekuasaan para penjajah yang dilambangkan dalam bentuk Macan.

"Kami ingin menjelaskan bahwa di Blitar dulu pernah ada tradisi kolosal Rampokan Macan. Nantinya akan ada 3 sesi drama yang dikemas dengan sinopsis suatu daerah yang sebelumnya damai ayem tentram gemah ripah loh jinawi yang kemudian muncul konflik-konflik permasalahan yang digambarkan dengan kedatangan macan jelmaan tersebut mereka akan semakin dewasa dan diakhir sesi maka muncullah perdamaian," pungkasnya.(*)

<