Tangki yang digunakan BPBD untuk dropping air bersih ke daerah terdampak kekeringan. (Fahrurrosyi)

Tangki yang digunakan BPBD untuk dropping air bersih ke daerah terdampak kekeringan. (Fahrurrosyi)



Sebanyak 325 dusun dari 80 desa di Pamekasan terdampak kekeringan. Kondisi itu mengharuskan pemerintah untuk melakukan dropping air bersih ke daerah terdampak tersebut.

Melalui SK bupati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengirimkan air bersih ke daerah-daerah terdampak sejak beberapa bulan lalu. Sebanyak 8 armada dikerahkan untuk menanggulangi bencana yang kerap terjadi setiap musim kemarau itu.

Namun, meski belum ada tanda -tanda akan turun hujan, SK yang dikeluarkan bupati Pamekasan berakhir bulan ini. Tetapi, dimungkinkan akan diperpanjang jika bulan depan masih belum turun hujan. Hal ini disampaikan oleh supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono.

"Betul,  SK sampai akhir September. Kalau memang masih kering,  masih dimungkinkan SK itu  diperpanjang. Tentunya harus ada rekom dari BMKG," terang Budi, (19/9/2019).

Pihaknya mengaku tidak memiliki kewenangan penuh dalam hal ini. Sebab, dropping air bersih yang dilakukan BPBD berdasarkan SK dan rekom dari BMKG. "Yang punya kewenangan BMKG masalah cuaca, dan kami tidak bisa memutuskan sendiri," ucapnya. 

Namun, dari hal itu, dia memperkirakan rekom BMKG pasti ada kalau cuacanya masih kemarau.


End of content

No more pages to load