Ilustrasi

Ilustrasi



Penjaringan bacawali (bakal calon wali kota) dan bacawawali (bakal calon wakil wali kota) PDIP untuk Pilwali Surabaya banyak diminati. Baik kader internal maupun eksternal dari parpol lain.

Uniknya, hanya beberapa nama saja yang mendaftarkan diri sebagai calon wali mota Surabaya. Termasuk Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Whisnu Sakti Buana.

Selebihnya, banyak yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil wali kota. Hal itu diakui Ketua Bappilu DPC PDIP Surabaya Whimbo Ernanto.

Whimbo melihat banyaknya pendaftar yang memilih menjadi calon wakil wali kota sebuah fenomena khusus. "Mereka memahami kemampuan masing-masing. Paham takarannya dan tahu batasan kemampuannya," jelasnya ketika dikonfirmasi media, Selasa (17/9).

Senada dengan Whimbo, di DPD PDIP Jatim sendiri rata-rata pendaftar memilih untuk menjadi cawawali. Itu terlihat dari formulir yang sudah dikembalikan di kantor partai berlambang kepala banteng moncong putih ini.

Ketua Bappilu DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono menyatakan, tidak ada intervensi apa pun soal keinginan dari para pendaftar. "Kami tidak mengarahkan atau apa. Itu mereka sendiri yang memilih. Tanpa intervensi,’’  ujarnya.

Data yang masuk pun secara resmi dikatakan Deni akan dirilis langsung oleh Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi. "Data yang kami terima memang begitu (pendaftar memilih cawawali). Biar besok dirilis oleh Pak Ketua DPD,’’ kata mantan aktivis GMNI Unair ini.

Untuk diketahui, dalam pendaftaran yang dibuka oleh PDIP terkait Pilwali Surabaya, beberapa nama diketahui mendaftar. Total 18 orang, baik dari unsur kader maupun non-kader mendaftar sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

 


End of content

No more pages to load