Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S (Foto: Syaiful Ramadhani / JatimTIMES)
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S (Foto: Syaiful Ramadhani / JatimTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura bakal menggelar pesta demokrasi di tingkat desa alias Pilkades serentak. Tahun ini, ada 226 desa yang bakal mengikutinya. Sesuai jadwal, Pilkades serentak tersebut dibagi menjadi dua tahap yakni daratan dan kepulauan.

Rinciannya, 174 desa di wilayah daratan, sementara sisanya sebanyak 52 desa di wilayah kepulauan.

Untuk menyambut agenda besar yang bakal dihelat 7 - 14 November mendatang tersebut, Polres Sumenep mengaku sudah melakukan pemetaan sejumlah daerah rawan konflik. Hasilnya, ada tiga kecamatan yang masuk kategori sangat rawan konflik.

"Jadi daerah rawan-rawan tersebut diantaranya, kecamatan Ganding, Lenteng dan Bluto," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, pada awak media, Selasa (17/9/19)

Selain daerah rawan konflik tersebut, Polwan yang akrab disapa Widi ini juga turut memberi perhatian khusus pada wilayah lain, meski tidak masuk kategori rawan konflik.

"Bisa jadi daerah-daerah yang kita anggap tidak rawan itu, justru dalam pelaksanaannya berubah atau sebaliknya. Jadi semuanya akan terus kami pantau seperti apa dinamikanya," terangnya.

Sementara untuk mengamankan jalannya Pilkades serentak, Polres Sumenep bakal mendapat Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari masing-masing Polres sekitar di Jawa Timur.

"Kalau masalah jumlah personil itu nanti sesuai dengan situasi di lapangan seperti apa. Intinya, Polres Sumenep siap mengamankan jalannya Pilkades serentak ini," tutupnya.