Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang memiliki harapan terkait terwujudnya jalan pariwisata yang representatif (Nana)

Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang memiliki harapan terkait terwujudnya jalan pariwisata yang representatif (Nana)



Harapan besar mewujudkan jalan mulus di berbagai wilayah Kabupaten Malang, khususnya jalur pariwisata, terus dipompa oleh berbagai kalangan. 

Tak terkecuali dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melalui Plt Bupati Malang Sanusi yang meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga untuk menyisir dan membangun berbagai jalur pariwisata.

Misalnya, wisata Pantai Modangan, Donomulyo, yang sempat didatangi oleh Sanusi. Dimana, Sanusi meminta dinas di bawah komando Romdhoni untuk membangun jalur jalan wisata tersebut.

Berbagai instruksi itu pun yang kerap membuat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, kerap harus menengok ulang program kerja dalam tahun berjalan. Pasalnya, dengan berbagai keterbatasan anggaran serta luasnya wilayah yang harus dibangun serta hal teknis pembangunan. Berbagai harapan besar itu memang membutuhkan proses dalam pembangunannya.

Hal ini juga ditambah dengan kewenangan jalan yang berada di berbagai pesisir laut selatan yang memiliki berbagai destinasi wisata pantai. Rata-rata jalur wisata pantai selatan lahannya merupakan kewenangan pihak Perhutani, yang tentunya membutuhkan berbagai proses untuk pembangunan jalan di area itu.

Walau tidak secara langsung persoalan itu menjadi ranah Dinas PU Bina Marga, tetapi kondisi tersebut membuat harapan besar mempercepat pembangunan jalan wisata harus tertatih-tatih sampai saat ini. 

"Kami tidak bisa lepas dari hal itu dalam mendukung percepatan pembangunan jalan pariwisata. Ada cukup banyak tahapan saat kami membangun lokasi-lokasi tersebut," kata Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni, beberapa waktu lalu.

Salah satunya yang secara spesifik melekat dalam tupoksi Dinas PU Bina Marga adalah tahapan feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Hal ini menjadi langkah awal yang harus dilakukan  Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

"Tentu butuh kajian kelayakan terlebih dahulu. Ini sangat teknis memang, tapi tidak bisa tahap ini diabaikan dengan kondisi dan trase jalan wisata yang ada saat ini," ujar mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini.

Romdhoni menegaskan juga, pihaknya tentu memiliki komitmen dalam mewujudkan berbagai harapan besar terkait infrastruktur pendukung pariwisata berupa jalan yang mulus, aman dan nyaman bagi masyarakat. Tapi, berbagai harapan besar itu pun tidak bisa begitu saja dilakukan tanpa adanya berbagai aturan terkait kewenangan sampai pada tataran teknis lainnya.

"Jadi intinya, kita tidak bisa begitu saja membangun di sana sini, tanpa adanya proses perencanaan, program kerja dan anggaran. Selain tentunya kewenangan pembangunan di berbagai wilayah yang bukan ranah kita," tegasnya.

Adanya permintaan Sanusi, yang beberapa waktu lalu mengunjungi Pantai Modangan, soal adanya studi kelayakan, khususnya infrastruktur jalan, menurut Romdhoni, akan segera ditindaklanjuti.

"Kami akan lakukan FS dulu sebelum membangun. Sehingga perencanaan matang dan mana saja wilayah yang harus diperlebar jalannya, ditingkatkan, atau dibangun total,"  imbuhnya.

Studi kelayakan yang disampaikan Romdhoni memang tidak bisa diabaikan untuk mewujudkan infrastruktur pendukung pariwisata yang layak secara teknis. Hal ini terlihat dari proses pembangunan jalan di koridor tengah di wilayah Srigonco, Bantur, sampai menuju jalur lingkar selatan (JLS) yang membutuhkan perencanaan matang dan tentunya butuh waktu panjang.

Mirip dengan harapan jalan di Pantai Modangan, kendala yang ada tidak jauh berbeda. Selain anggaran yang besar setelah dilakukan studi kelayakan serta kendala lahan yang sebagian juga milik Perhutani dan warga, berbagai hal teknis lainnya pun mengiringi proses pembangunan jalan wisata itu. 

"Tapi intinya kami sama memiliki harapan besar ke sana. Tentunya, dengan tidak mengabaikan berbagai aturan dan hal teknis lainnya dalam mewujudkan pembangunan itu," tegas Romdhoni.

Senada, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang juga menyampaikan hal sama. Seperti diketahui, Sanusi juga meminta kepada badan yang dipimpin Tomie Herawanto itu untuk membuat lanskap di wilayah Modangan.

"Untuk membangun fasilitas sarana prasarana, kami tentunya akan melakukan FS dulu karena ini membangun kawasan. Terkait ada tidaknya anggaran, misal di Modangan, yang lebih mengetahui detailnya di dinas terkait. Bappeda dalam hal ini sebagai perencana dalam pembangunan," ucap Tomie, beberapa waktu lalu.


End of content

No more pages to load