Ilustrasi mata pelajaran PJOK (Ist)

Ilustrasi mata pelajaran PJOK (Ist)



Kembali Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memberikan penguatan pemahaman terhadap para guru di wilayahnya. Khususnya bagi para guru sekolah dasar (SD) yang mengampu tiga mata pelajaran, yaitu PJOK, matematika, dan bahasa daerah.

Penguatan pemahaman para guru tersebut terlihat dari acara pembinaan bagi 66 pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (KKG-PJOK) dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang yang digelar beberapa hari lalu.

Pembinaan tersebut, menurut Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Slamet Suyono, sebagai bagian dalam meningkatkan pemahaman para guru yang mengampu tiga mata pelajaran yang kerap secara implementasinya masih bias. Khususnya dalam menyusun kisi-kisi soal dan pengeditan untuk ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS).

"Pembinaan kemarin kita laksanakan untuk guru PJOK terlebih dahulu. Agar para guru PJOK benar-benar memahami pembuatan kisi-kisi soal PJOK," ucap Slamet, Senin (16/09/2019).

Harapan besar ke depannya, lanjut Slamet, adalah peningkatan kualitas belajar mengajar di tingkat SD, khususnya di tiga mata pelajaran yang kerap jadi muatan mata pelajaran. Padahal ketiganya adalah mata pelajaran yang tentunya akan berkaitan dengan proses penyusunan soal dalam UTS dan UAS.

"Jadi, harapan kegiatan itu tentunya kembali kepada target Dinas Pendidikan. Yakni, para guru dapat menciptakan  tertib administrasi di bidang keolahragaan atau mata pelajaran PJOK khususnya serta menggali potensi siswa untuk terus-menerus dikembangkan sehingga mampu berprestasi," urai Slamet.

Persoalan tiga  mata pelajaran, khususnya PJOK, yang masih ada anggapan hanya muatan mata pelajaran, bukan mata pelajaran, dijelaskan secara tuntas oleh Sumarno,  pengawas SD Kecamatan Donomulyo.

Sumarno menyampaikan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 24 Tahun 2016 menyampaikan bahwa  PJOK, matematika, dan bahasa daerah adalah mata pelajaran, bukan muatan mata pelajaran. 

Redaksi yang berbeda itu tentunya juga membedakan perlakuannya, khususnya dalam proses pembelajaran dan penyusunan soal-soal nantinya dalam ujian para siswa. "Perbedaannya, muatan mata pelajaran adalah pelajaran yang diambil dari buku Tema Kurikulum 13. Kalau mata pelajaran adalah pelajaran yang berdiri sendiri (buku pegangan guru dan siswa) kurikulumnya tetap 2013," terang Sumarno.

Dengan perbedaan itu, lanjutnya, buku yang seharusnya dibuat rujukan dalam menyusun soal PJOK khususnya, adalah buku pegangan guru dan buku pegangan murid, bukan buku tema.
"Saya menyarankan dalam hal penyusunan naskah UTS dan UAS mengacu pada buku pegangan guru dan siswa, bukan buku tema," tegas Sumarno.

Sedangkan untuk semakin memperkaya para guru PJOK dalam mengampu mata pelajaran di era saat ini. ketua KKG PAI Asmi Jaya juga memberikan beberapa tipsnya untuk menyusun kisi-kisi PJOK. Yakni dengan memperkenalkan dua aplikasi di playstore: barcode scanner dan screen mirror. 

Barcode scanner dan screen mirror, ujar Asmi, akan membantu para guru PJOK nantinya dalam pembuatan soal-soal dari mata pelajaran yang diampunya. "Barcode scanner ini untuk memudahkan bapak dan ibu memahami materi pelajaran melalui video Youtube. Sedangkan screen mirror untuk memudahkan para guru menampilkan tampilan smartphone di komputer atau laptop," ucapnya.


End of content

No more pages to load