Ilustrasi (Tempo)

Ilustrasi (Tempo)



Rencana pemanfaatan transportasi masal lintas rel terpadu atau LRT kembali disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji. Melalui akun Twitter resminya @Sutiaji1964, wali kota menyampaikan uji kelayakan LRT akan dilakukan pada 2020 mendatang.

"Tahun 2020, Pemerintah Kota Malang akan melakukan uji kelayakan penggunaan LRT sebagai transportasi mssal di Kota Malang. Insya Allah LRT ini juga akan menghubungkan Kab Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Mohon doa dan dukunganya, semoga diberi kelancaran," cuit Sutiaji.

Warganet pun bereaksi atas cuitan Sutiaji tersebut. Hampir seluruhnya menyampaikan dukungan akan diberlakukannya transportasi masal tersebut. Beberapa warganet  juga meminta agar Sutiaji kembali memanfaatkan jalur trem buatan kolonial Belanda yang saat ini masih bisa ditemukan jejaknya.

"Semoga benar-benar terlaksana  Pak karena sejatinya Malang Raya dirancang untuk miliki transportasi masal berbasis rel sejak masa kolonial yg diawali dengan pengoperasian trem pada rute Jagalan-Kendalpayak-Sempalwadak- Bululawang pada 14 November 1897," tulis akun @MalangTramway.

"This is what we've been waiting for (ini yang selama ini kami nantikan; red)," cuit @alan_artwork.

"Amiin. Semoga dilancarkan segala urusannya. mohon semua pihak juga mendukung demi kemajuan Kota Malang. Sudah saatnya jadi kota maju," tambah @TitoPrasetyo.

"jalur bekas trem belanda bisalah dipake swpertinya," timpal @YudhAlkkyu.

"Semoga bisa mengurangi macet nya malang seperti saat ini," ungkap @Elgaizm_.

Kepada wartawan, Sutiaji sebelumnya menyampaikan rencana tersebut. Dia menyebut transportasi masal LRT dapat dimanfaatkan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Sebab, proses uji kelayakan dilakukan dan dianggarkan dalam APBD Kota Malang tahun anggaran 2020.

Menurut Sutiaji, pemanfaatan transportasi masal  harus segera dilakukan untuk mengurai kemacetan di hampir semua ruas jalan kota. "Pilihannya ada banyak dan LRT yang merupakan karya anak Indonesia menjadi pilihan yang terus kami kaji," katanya kepada wartawan belum lama ini.

Ada investor yang sudah menyampaikan ketertarikannya kepada rencana pengembangan transportasi masal. Namun rencananya memang tidak hanya digarap untuk kawasan Kota Malang, melainkan juga menjangkau kawasan Kabupaten Malang dan Kota Batu.

"Kalau jaraknya kecil, investor merasa rugi. Dan kami pemerintah Malang Raya sinergi untuk membuat jalur dari Kepanjen, Kota Malang, dan Kota Batu," terangnya.

Dia menjelaskan, jenis LRT yang akan dimanfaatkan beragam. Di antaranya ada yang memiliki kapasitas mini atau kecil untuk bisa diisi enam orang. Kemudian untuk middle atau menengah dengan kapasitas 24 orang dan ukuran terbesar mampu menampung hingga 60 orang. "Jadi, yang kecil itu untuk yang jaraknya pendek, dari kampus ke kampus," imbuhnya.

Selain mengatasi kemacetan, transportasi masal menjadi salah satu pilihan yang terus digarap untuk memberi layanan lebih kepada wisatawan. Apalagi, Kota Malang juga menjadi salah satu jujugan berwisata.

Sutiaji optimistis ketika transportasi masal mendukung dan nyaman, maka jumlah wisatawan yang datang akan bertambah. "Transportasi masal dibangun juga untuk mempermudah layanan bagi wisatawan," ucapnya.

 


End of content

No more pages to load