Ilustrasi (Tempo)

Ilustrasi (Tempo)



Atasi macet, Pemerintah Kota Malang kembali kaji manfaat transportasi massal Lintas Rel Terpadu atau disingkat LRT. 

Bahkan, saat ini pemanfaatan LRT sudah memasuki uji Safety Factor (SF) untuk dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Wali Kota Malang Sutiaji optimis transportasi massal LRT dapat dimanfaatkan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. 

Karena proses uji kelayakan dilakukan dan dianggarkan dalam APBD Kota Malang tahun anggaran 2020. 

Karena pemanfaatan transportasi massal dinilai harus segera dilakukan untuk mengurai kemacetan dihampir semua ruas jalan kota.

"Pilihannya ada banyak, dan LRT yang merupakan karya anak Indonesia menjadi pilihan yang terus kami kaji," katanya pada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, ada investor yang sudah menyampaikan ketertarikannya kepada rencana pengembangan transportasi massal. 

Rencananya, tidak hanya digarap untuk kawasan Kota Malang saja melainkan juga menjangkau kawasan Kabupaten Malang dan Kota Batu.

"Kalau jaraknya kecil investor merasa rugi, dan kami Pemerintah Malang Raya sinergi untuk membuat jalur dari Panjen, Kota Malang, dan Kota Batu," terangnya.

Dia menjelaskan, jenis LRT yang akan dimanfaatkan beragam. 

Di antaranya ada yang memiliki kapasitas mini atau kecil untuk bisa diisi enam orang. 

Kemudian untuk midle dengan kapaaitas 24 orang dan ukuran terbesar mampu menampung hingga 60 orang.

"Jadi yang kecil itu untuk yang jaraknya pendek, dari kampus ke kampus," imbuhnya.

Selain mengatasi kemacetan, transportasi massal menurutnya menjadi salah satu pilihan yang terus digarap untuk memberi layanan lebih kepada wisatawan. 

Mengingat, Kota Malang juga menjadi salah satu jujugan berwisata. 

Dia optimis, ketika transportasi massal mendukung dan nyaman maka jumlah wisatawan yang datang akan bertambah.

"Transportasi massal dibangun juga untuk mempermudah layanan bagi wisatawan," jelasnya.


End of content

No more pages to load