Hasil kerajinan Kelompok UMKM Dewi-Dewi di Malang yang mengangkat tema Presiden Ri ke-3 B.J. Habibie. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Hasil kerajinan Kelompok UMKM Dewi-Dewi di Malang yang mengangkat tema Presiden Ri ke-3 B.J. Habibie. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Berpulangnya Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sejumlah ibu-ibu di Malang, punya cara berbeda dalam mengenang sekaligus menghormati sosok yang mendapat julukan Mr Crack itu. Mereka mengabadikan wajah dan kutipan-kutipan inspirasi dari Habibie lewat kerajinan tangan. 

Ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam Kelompok Dewi-Dewi di kawasan Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang membuat karya spesial untuk mengenang Habibie. Mereka melukiskan wajah Habibie di dompet, wadah tisu, hingga payung. "Kami melihat sosok Pak Habibie memiliki jasa yang besar untuk negeri ini dan juga dunia. Untuk itu kami ingin mengenang beliau," ujar Sunarmi, ketua Kelompok UMKM Dewi-Dewi. 

Sunarmi mengungkapkan, sejak semasa hidup, Habibie merupakan salah satu tokoh bangsa inspiratif. Bahkan menuai pengakuan dunia atas temuannya, juga kegigihan Habibie dalam memperjuangkan ilmu pengetahuan. "Saat ini rasa duka atas kepergian Pak Habibie dirasakan semua masyarakat Indonesia. Kami juga turut berbelasungkawa. Tetapi beliau juga selalu mengajarkan untuk tidak berlarut-larut dalam suasana duka, justru sebagai motivasi untuk berkarya," sebutnya. 

Duka berpulangnya Habibie membuat mereka tergerak untuk menyebarkan inspirasi Habibie melalui karya-karya mereka. "Tidak hanya wajahnya saja yang kami lukiskan, tetapi juga segala yang khas dengan hidup Pak Habibie. Mulai ornamen pesawat terbang, kata-kata mutiara, hingga kebersamaannya dengan istrinya, Almarhumah Bu Ainun," terangnya. 

Kelompok tersebut secara rutin melakukan produksi kerajinan. Para ibu-ibu binaan Wahid Foundation tersebut, setiap hari berkumpul di Gubuk Baca yang sekaligus sebagai studio kreatif. Selepas memasak dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, mereka mulai membuat kerajinan berhias lukisan tokoh-tokoh inspiratif. "Sebelumnya pernah membuat seri kerajinan dengan lukisan presiden-presiden Indonesia, jadi tidak kesulitan," paparnya.

Di awali dengan membuat pola di atas barang kerajinan, para ibu-ibu lantas mengaplikasikan cat minyak khusus. Sehingga, lukisan yang dihasilkan tahan lama dan aman ketika dipegang anak-anak maupun jika terkena air. "Biasanya kami melayani pesanan, misalnya untuk suvenir pernikahan. Tetapi ada juga permintaan dari ibu-ibu kepolisian atau instansi untuk cenderamata acara-acara khusus," terangnya. 

Saat ini, karya-karya Kelompok UMKM Dewi-Dewi juga sudah mulai dipasarkan melalui e-commerce. Dalam sebulan, rata-rata omzet yang didapat di kisaran Rp 7-10 juta. Hasil tersebut, digunakan untuk membantu perekonomian rumah tangga. Tiap produk, dibanderol mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 120 ribu. "Kegiatan melukis ini menjadi hal yang positif dan produktif. Selain mengisi waktu luang, sekaligus menambah pendapatan," pungkasnya.