Sujono Djonet,memakai busana hitam (dua dari kanan pembaca)(foto:Sanggar Brondjong Sejahtera (SBS) for JatimTIMES)

Sujono Djonet,memakai busana hitam (dua dari kanan pembaca)(foto:Sanggar Brondjong Sejahtera (SBS) for JatimTIMES)



Sujono Djonet salah satu anggota dewan Kota Batu menggelar tasyakuran, pada Jumat (13/09/2019). Acara berlangsung meriah di Dusun Pagergunung, Desa Gunungsari, Kota Batu.

Selamatan ini tidak hanya untuk pribadinya. Namun, juga untuk menghidupkan aset budaya setempat: Kirab Tindih Pusaka. Pada acara itu tidak saja tasyakuran namun juga memperingati bulan keramat, Suro.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas pelantikan anyar anggota dewan dari partai NasDem ini. Dengan masa periode 2019-2024, yang bersamaan jatuh di bulan Muharram.

Ketua DPD NasDem Kota Batu ini menjabarkan, selamatan ini sebagai tanda berterima kasih kepada Allah SWT. Selain di momen bulan Suro (kalender Jawa), sangat berkaitan dengan prosesi pelestarian aset budaya dan religi untuk digaungkan kepada khalayak umum. 

Sebab, di Dusun Pagergunung ini juga masih ada tradisi leluhur yang patut dibumikan. Agar generasi bisa paham betul dan mau merawat dengan baik.

"Jadi kami buat tasyakuran satu paket di momentum Suro. Sebab, bulan ini jadi titik balik semua ide, gagasan dan restorasi roda pemerintahan agar lebih maju dan baik lagi," tegas suami dari Susi Andriani ini kepada BatuTIMES di sela-sela kesibukannya.

Selain gebyar prosesi tasyakuran dirasakan warga setempat, juga pemilik Sanggar Brondjong Sejahtera (SBS) ikut diramaikan dengan acara kirab tumpeng agung. Serta mengarak jenang Suro. Untuk diarak keliling rumah warga hingga ke makam leluhur warga setempat.

"Ini aset budaya kami. Ya, bentuk syukur. Agar wilayah ini tetap jadi: Gemah Ripah Lohjinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo," pungkas Ki Supardi  yang juga diamini oleh Riaji Kasun Pagergunung sambil mengirab tumpeng diiringi lantunan jidor.

Turut serta dalam acara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, dan sanak famili. Juga hadir para handai taulan dan kawan karib. Juga diramaikan para hadirin yakni warga, tokoh agama, tokoh politik, dan tokoh masyarakat. 


End of content

No more pages to load