Penasihat KPK 2017-2020 Mohammad Tsani Annafari (Foto: istimewa)
Penasihat KPK 2017-2020 Mohammad Tsani Annafari (Foto: istimewa)

Komisi III DPR RI telah memilih lima orang untuk menjadi komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Kamis (12/9/2019). Usai ditetapkannya itu, membuat Penasihat KPK 2017-2020 Mohammad Tsani Annafari mengajukan surat pengunduran diri sebagai pimpinan KPK.

Dia memang akan menyatakan undur diri jika ada orang yang cacat etik terpilih sebagai pimpinan KPK 2019-2023. Dan rupanya hal ini dibuktikannya setelah satu hari DPR RI memilik ke lima nama tersebut.

Kabar pengunduran dirinya itu disampaikan melalui surat elektronik (e-mail) kepada seluruh pegawai KPK, Jumat (13/9/2019). “Perkenankan pagi ini saya sedikit berbagi dengan Anda. Tadi pagi telepon saya berdering dan ternyata dari salah satu tokoh masyarakat yang sangat saya hormati. Kami sempat berbincang sekitar 15 menit,” kata Tsani dalam suratnya.

Salah satu tokoh masyarakat yang sangat dihormati itu adalah panitia seleksi penasihat KPK yang memilih dirinya saat menjadi penasihat pada tahun 2017.

“Singkatnya beliau mendukung rencana saya untuk mundur namun meminta saya tetap membantu pimpinan yang saat ini dan segenap insan KPK meneruskan perjuangan dan agenda-agenda yang tersisa hingga sebelum pimpinan KPK yang baru terpilih dilantik,” imbuhnya.

Ia sepakat dengan arahan itu dan akan melakukannya. “Saudara-saudaraku semua, Tuhan sudah berketetapan. Lima pimpinan KPK terpilih itu adalah firman-Nya yang harus kita maknai secara tepat,” tambahnya.

Menurutnya bukan hanya bupati yang sudah di Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang bisa terpilih, tetapi orang yang sudah dinyatakan secara terbuka memiliki catatan pelanggaran etik berat pun bisa memimpin lembaga antikorupsi.

Karena itu ia menaruh harapan kepada pegawai KPK di sana tetap melakukan yang terbaik agar api antikorupsi tidak padam.

“Saya tetap bersemangat, bahkan pagi ini sebelum pukul 07.00 saya sudah ada di ruangan. Saya akan selalu bangga dan bahagia melayani Anda, baik selama berada di KPK maupun kelak nanti jika Saudara tidak di KPK,” ucap Tsani.

“I'll always be with you till the end to #SAVEKPK. With love and respect, MTA," tutupnya dalam surel tersebut.