Petani di wilayah Tumpang, Kabupaten Malang tengah melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman kol/kubis. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Petani di wilayah Tumpang, Kabupaten Malang tengah melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman kol/kubis. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia dikhawatirkan memicu pergerakan harga sejumlah komoditas bahan pangan. Badan Pusat Statistik (BPS) meminta agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang untuk mengantisipasi pasokan dan stok bahan pangan agar tidak terjadi lonjakan harga komoditas yang terdampak kemarau. 
 

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengungkapkan bahwa kenaikan sejumlah komoditas bahan pangan telah berimbas pada inflasi bulanan yang terjadi pada Juli dan Agustus 2019. "Ke depan (September-Oktober) selalu kelompok bahan makanan yang patut diwaspadai menjadi penyebab inflasi," ujarnya.
 

"Tim TPID atau pemerintah sudah harus memberi perhatian. Karena, kemarau yang panjang bisa berdampak kenaikan pada sejumlah komoditas pangan," tambahnya. 

Dia menyebut bahwa harga sayur mayur selama ini memiliki andil memengaruhi inflasi. Padahal selama kemarau, banyak lahan pertanian yang kering sehingga produksi kurang maksimal.
 

Sunaryo juga menerangkan bahwa Kota Malang sebagai konsumen masih sangat bergantung pada pasokan dari daerah-daerah sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya. "Perlu antisipasi stok pangan oleh pemerintah untuk menjaga harga pangan agar stabil. Tentu akan ada kenaikan, yang juga akan menguntungkan petani. Tetapi kami berharap harga-harga tetap stabil, artinya batas kenaikan itu masih wajar," sebutnya.
 

Pada periode Agustus 2019 lalu, komoditas sayur mayur yang mengalami kenaikan harga dan memiliki andil terhadap inflasi di antaranya cabai rawit, cabai merah, kacang panjang, dan buah apel. "Kelompok bahan makanan memiliki andil 1,30 persen terhadap inflasi Agustus," terang dia. 
 

Berdasarkan data yang diterima MalangTIMES, kemarau yang terjadi belum berimbas signifikan terhadap harga sayur-mayur. Meski demikian, UPT STA Mantung Pujon mencatat terdapat perubahan harga antara Selasa (10/9/2019) dengan hari ini (12/9/2019). Kenaikan maupun penurunan berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1.500. 
 

Beberapa komoditas sayur yang mengalami kenaikan harga di antaranya andewi, kapri, kol/kubis, brokoli, dan manisa/labu siam. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni bawang prei segon, buncis, dan cabai rawit. Sementara untuk komoditas sayur-mayur lainnya relatif stabil.