Muslimin selaku Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Muslimin selaku Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



Mendapat kabar jika salah satu kadernya terjerat permasalahan yang berawal dari kasus asmara DPC  PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Malang, langsung mengambil tindakan.

Dikabarkan, dalam waktu dekat DPC PKB bakal membentuk tim khusus guna menelusuri kepastian kasus yang menyeret nama salah satu kadernya tersebut.

”Besok (Kamis 12/9/2019) kami akan langsung membentuk tim khusus guna melakukan investigasi terkait masalah itu (dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinahan). Secepatnya akan kami temui kedua belah pihak untuk mengklarifikasi kejelasan masalahnya sekaligus melakukan tabayyun,” kata Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin, saat ditemui MalangTIMES.com di ruang fraksi PKB DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, Rabu (11/9/2019) sore.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang yang diketahui berinisial KC tersebut, dikabarkan telah diadukan oleh istri sirinya SW (inisial) atas dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinahan.

Dimana sebelum resmi berstatus suami istri secara siri pada Agustus 2018 lalu KC dan SW ini sudah saling mengenal sejak awal Maret 2018 lalu. 

Tidak lama setelahnya, pada akhir Maret 2018 KC dikabarkan mengajak kekasihnya tersebut untuk kunjungan kerja dewan di wilayah Surabaya.

Disaat bersamaan, keduanya akhirnya menginap di salah satu hotel yang ada di wilayah Surabaya dan melakukan hubungan badan selayaknya suami istri. 

Sejak saat itu, KC dan SW kian intens dan dikabarkan sering melakukan hubungan badan.

Hingga akhirnya, setelah lima bulan menjalani hubungan tanpa ikatan, keduanya memutuskan untuk nikah secara siri. 

Pernikahan secara diam-diam itu dilangsungkan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sejak resmi menikah secara siri, KC diketahui sering memberikan uang kepada SW. 

Jika ditotal, uang yang diberikan oleh salah satu politisi asal Kecamatan Turen ini ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Hubungan yang semula harmonis itu, akhirnya mulai menemui prahara setelah satu tahun kemudian. 

Beberapa bulan lalu, EW (istri pertama KC) yang mengetahui jika suaminya membagi hati nekat melabrak wanita yang dinikahi suaminya secara siri tersebut.

Selain memaki dan memarahi, EW juga menunjukkan foto bugil SW yang diakui diperoleh dari handphone KC, suaminya. 

Setelah kejadian tersebut, SW memilih menjauh dari suami sirinya tersebut.

Mulai dari diajak ketemuan hingga hubungan badan oleh KC wanita yang berasal dari Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang ini memilih untuk selalu menolaknya. 

Diduga merasa sakit hati, KC yang saat itu kecewa akhirnya melayangkan surat somasi dan mengancam akan melaporkan SW dengan kasus penipuan dan penggelapan sejumlah uang.

Merasa tersudutkan, SW akhirnya memberikan perlawanan. 

Melalui kuasa hukumnya, wanita berparas menawan itu melayangkan surat pengaduan yang dilayangkan ke Polres Malang dan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang. 

”Sebelum menerima surat pengaduan dari pihak perempuan (SW), sebenarnya kemarin lusa kami sudah mendengar kabar tersebut. Tapi belum sempat tabayyun beritanya sudah meledak (diberitakan oleh media massa),” sambung Muslimin.

Menindaklanjuti surat aduan yang dilayangkan SW ke kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin mengaku jika dirinya sudah berkoordinasi dengan ketua DPC PKB Kabupaten Malang dan dewan Syuro serta beberapa pihak lain dari partai yang identik dengan simbol berwarna hijau tersebut.

”Di pemberitaan yang saya baca kan hanya dari sudut si perempuan (SW) saja, sedangkan dari pihak kader kami (KC) kan masih belum jelas. Oleh karena itu jika besok tim investigasi sudah terbentuk, maka akan segera kami cari tahu terkait data valid akan kasus tersebut,” ungkap Muslimin.

Pihaknya menambahkan, setelah tersiar kabar akan kasus kedua belah pihak yang saling melaporkan ke Polres Malang ini, KC dikabarkan jarang terlihat. 

Bahkan saat dihubungi beberapa kali melalui sarana telephone, yang bersangkutan juga belum memberikan jawaban. 

”Secepatnya akan kami agendakan untuk ketemu dengan keduanya (SW dan KC). Harapannya jika proses tabayyun sudah terealisasi, kalau memang bisa berakhir damai ya mending damai saja,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load