Petugas saat memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dalam operasi gabungan (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Petugas saat memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dalam operasi gabungan (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Kesadaran akan bahaya kecelakaan lalu lintas di Kota Malang kiranya masih menjadi momok yang gencar untuk diberantas. Bukan tidak mungkin penyebab akan kecelakaan ditimbulkan melalui tidak lengkapnya surat-surat kendaraan atau SIM.

Karena banyak dijumpai kasus-kasus tidak tertib berlalu lintas menjadikan seorang kurang awas, apalagi ketika menjumpai petugas lalu lintas yang melakukan operasi sering kali kabur sehingga malah menjadikan seseorang itu kecelakaan. 


Kali ini, kesadaran bagi masyarakat untuk tertib berlalu lintas juga digelar oleh Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UPT P3 LLAJ) Malang, Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Dari kegiatan Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas type A (sidang di tempat) yang juga melibatkan 50 personel tim gabungan dari Dishub Kota Malang, Satlantas Polres Malang Kota, Lantas Polsek Lowokwaru, TNI POM AD, kejaksaan dan hakim, yang berlangsung kurang lebih dua jam di kawasan Terminal Landungsari, Rabu (11/9) petugas Dishub menemukan belasan pelanggaran.


Di mana, kebanyakan pelanggaran ini didominasi oleh kendaraan yang KIR-nya sudah mati. "Ada 12 pelanggaran, mati KIR semua. Dan langsung sidang di tempat. Kita ada hakim dan jaksa yang siap menyidang," ujar Kasubag Tata Usaha UPT P3 LLAJ Malang Dishub Jatim, Holili.

Ia menambahkan, sasaran operasi gabungan ini adalah semua masyarakat yang ditemukan pelanggaran baik pengendara roda empat dan roda 2. Mulai dari pengendara angkutan barang, trayek, bus pariwisata, dan pengendara sepeda motor


Nantinya, melalui kegiatan rutin operasi gabungan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan tertib berlalu lintas. Sehingga bisa terhindar dari kecelakaan.

"Kita ingin ketertiban masyarakat untuk sadar lalu lintas itu yang utama. Memang menyadarkan masyarakat ini perlu sosialisasi, agar jangan sampai terjadi kecelakaan, karena kecelakaan diawali dari kesadaran lalu lintas yang kurang. Kalau ada polisi lalu surat-surat mati misalnya terus kabur malah kecelakaan, hal-hal seperti itu yang justru kita harapkan dihindari," imbuh dia.


Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Kota, M Syaikhu menyatakan dari operasi gabungan kali ini sasarannya merupakan kelengkapan surat kendaraan, SIM dan kelengkapan kendaraan. Hasilnya, dijumpai 170 pelanggaran yang didominasi oleh pengguna kendaraan yang tidak memiliki SIM dan STNK.

"Kami juga nyari yang kenalpot brong, karena itu juga prioritas pelanggaran utama laka lantas. Rata-rata dari pelanggaran yang ditemukan hari ini karena mereka kurang kelengkapan surat atau SIM," pungkas nya.


End of content

No more pages to load